Melbourne, Beritasatu.com - Asosiasi Sepak Bola Australia atau Football Australia menuai kritik tajam setelah dinilai terlambat menyatakan sikap terkait rencana kontroversial FIFA untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Pernyataan resmi FA baru disampaikan setelah Presiden FIFA Gianni Infantino memutuskan menarik usulan tersebut di tengah tekanan dari berbagai federasi sepak bola dunia.
Alih-alih secara tegas menolak rencana itu, FA hanya menyoroti lemahnya proses tata kelola dan konsultasi yang dilakukan FIFA sebelum mengajukan proposal tersebut.
Ketua FA Anter Isaac mengatakan pihaknya menyambut baik keputusan FIFA membatalkan usulan pembentukan FIFA Forward Enterprise.
"Diskusi dalam beberapa hari terakhir telah memperkuat prinsip penting tata kelola yang baik. Usulan yang memiliki dampak global harus disusun melalui konsultasi yang matang, proses tata kelola yang tepat, serta pelibatan bermakna dengan seluruh asosiasi anggota sebelum diajukan untuk dipertimbangkan," ujar Isaac dalam pernyataan resminya dikutip Sporting News, Minggu (2/8/2026).
Namun, sikap tersebut justru memicu kritik dari publik sepak bola Australia. Banyak pihak menilai FA tidak menunjukkan keberanian untuk menolak proposal yang sejak awal mendapat penolakan keras dari sejumlah konfederasi dan asosiasi nasional.
Sebelumnya, FA juga disebut berpotensi menerima insentif hingga 40 juta dolar Australia, termasuk kemungkinan pencairan dana awal sekitar 20 juta dolar Australia pada Januari 2027 apabila proposal FIFA disetujui. Kondisi itu memunculkan spekulasi faktor pendanaan menjadi alasan FA tidak mengambil sikap tegas.
Di media sosial, sejumlah pendukung sepak bola Australia melontarkan kritik keras terhadap federasi tersebut.
"Sekarang kalian mendukung keputusan FIFA karena tidak perlu memilih antara menerima uang atau menghadapi kemarahan publik. Tidak mengambil sikap menunjukkan kurangnya integritas," tulis salah seorang pengguna platform X.
Komentar serupa juga datang dari pengguna lain yang menyebut FA tidak memiliki keberanian dalam menghadapi isu penting yang memengaruhi masa depan sepak bola global.
Mantan pemain tim nasional Australia, Robbie Slater, turut melontarkan kritik keras. Ia bahkan meminta jajaran dewan FA mengundurkan diri karena dinilai gagal menunjukkan kepemimpinan.
"Kalian telah membawa organisasi ini ke titik terburuk dalam sejarahnya dan membahayakan masa depan sepak bola Australia," kata Slater.