Langkah perbaikan tersebut mencakup perombakan pada penyusunan program latihan, periodisasi fisik, hingga pengaturan jadwal kejuaraan yang cermat menjelang pesta olahraga terbesar se-Asia yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang itu.
"Dari pengalaman dan hasil yang tidak baik di edisi Asian Games sebelumnya, tentunya jadi pembelajaran bagaimana kami akan mempersiapkan lebih baik dari program latihannya, program periodesasinya, dan pengaturan kejuaraan menjelang Asian Games-nya," kata Eng Hian.
Guna membentuk kedalaman skuad terbaik, Eng Hian membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh pebulutangkis nasional tanpa membedakan status pemain pelatnas maupun non-pelatnas. Kriteria utama yang diusung adalah performa dan kesiapan tertinggi.
"Kami tidak membeda-bedakan pelatnas maupun non-pelatnas. Siapa yang terbaik dan siap, kami akan panggil untuk bergabung. Untuk target sesuai hasil rapat dengan tim review Kemenpora, kami menargetkan satu medali emas di nomor beregu putra," tambah Eng Hian.
Meski target utama dipatok pada nomor beregu putra, Eng Hian tetap optimis sektor individu, khususnya ganda putra yang baru saja mencatatkan tren positif, serta sektor-sektor lainnya memiliki peluang besar untuk turut mendulang medali.
https://www.akurat.co/badminton/876410/asian-games-pbsi-buka-pintu-untuk-atlet-non-pelatnas-pbsi-jojo-dan-sabar-reza-berpeluang
"Melihat probabilitas dan peluang, kembali tentunya sektor ganda putra juga berpeluang dengan hasil di turnamen terakhir," jelas Eng Hian.
"Tidak menutup kemungkinan sektor-sektor lain pun bisa mendulang medali. Kami berharap semua bisa berjalan baik dan tentunya bisa mencapai target karena Asian Games adalah salah satu milestones PBSI."
Kesiapan tim bulutangkis Indonesia menuju Nagoya juga mendapat perhatian langsung dari Chef De Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu.
Dalam kunjungannya ke Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (4/8/2026), Todotua mengapresiasi kelengkapan sarana dan fasilitas pembinaan yang dimiliki PBSI.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI tersebut memastikan bahwa Tim CdM akan mendukung penuh seluruh kebutuhan non-teknis kontingen agar para atlet dapat bertanding dengan fokus penuh dan rasa percaya diri yang tinggi.
"Hari ini saya datang ke cabang olahraga bulutangkis, diterima baik oleh pengurus dan juga sudah ketemu, ngobrol dengan para atlet dan pelatih. Ini cabang olahraga yang cukup komplet dari sisi pembinaan, pelatnasnya, dan fasilitasnya. Kami punya confidence yang lebih besar untuk kontribusi medali," ungkap Todotua.
Todotua berjanji akan mengawal segala urusan logistik serta kenyamanan para atlet sejak keberangkatan hingga berada di Jepang untuk melanjutkan persiapan jelang game times.
Ia meminta para atlet untuk tidak memusingkan hal-hal non-teknis, sehingga dalam pertandingan nanti mereka bisa diblevel confidence tinggi untuk menyumbangkan medali.