PAMEKASAN, KOMPAS.com - Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar dan Pertalite terjadi sejak pagi hingga malam di sejumlah SPBU di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Kondisi tersebut terjadi dalam sepekan terakhir dan salah satunya terlihat di SPBU Jalan Trunojoyo, Selasa (4/8/2026).
Pantauan Kompas.com, antrean kendaraan di SPBU tersebut terjadi sejak pagi hingga sekitar pukul 00.00 WIB. Antrean terlihat pada jalur kendaraan yang mengisi Bio Solar maupun Pertalite.
"Sejak pukul 06.00 pagi antre sudah terjadi di sini," kata Misrina (40), salah satu pedagang kaki lima (PKL) di sekitar SPBU, Selasa (4/8/2026).
Menurut Misrina, antrean kendaraan pengisi Bio Solar dan Pertalite bahkan mencapai tiga baris. Sementara itu, satu jalur lainnya digunakan kendaraan roda dua.
"Sebelumnya memang sering antre. Tapi sejak Pertamax naik semakin sering, meski Pertamax turun lagi masih antre," ungkapnya.
Sopir pikap, Ahmad Jasuli (47), mengaku kesulitan mendapatkan Bio Solar. Ia bahkan sempat mendatangi sejumlah SPBU lain, tetapi tidak mendapatkan BBM yang dibutuhkan.
"Yang melayani hanya di sini. Jadi antrian menumpuk di sini," katanya.
Ahmad mengatakan, dirinya telah mengantre lebih dari satu jam untuk mendapatkan Bio Solar. Sebelumnya, ia sempat mendatangi dua SPBU di sekitar Kota Pamekasan, tetapi stok Bio Solar di kedua SPBU tersebut kosong.
Sementara itu, pengendara sepeda motor Abd. Hakim (37) mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite eceran. Menurut dia, rata-rata pengecer justru menyediakan Pertamax dengan harga Rp 18.000 per liter.
"Sangat sulit sekarang. Terutama dalam tiga hari terakhir," ungkapnya.
Hakim menuturkan, pengecer juga kesulitan mendapatkan Pertalite dari SPBU. Kondisi tersebut membuat sebagian pengecer mengurangi volume BBM yang dijual secara eceran.
"Sekarang Pertalite eceran tidak penuh satu botol. Tapi harganya sama, itupun sulit mencarinya," kata Hakim.
Penjelasan SPBU
Pengawas SPBU Jalan Trunojoyo Pamekasan, Iswantoro, mengatakan antrean terjadi karena stok Pertalite di SPBU tersebut sempat kosong.
"Kemungkinannya, antre akibat kemarin sempat kosong. Tadi malam pertalite dan solar baru datang pukul 23.00 malam," ungkapnya.
Menurut Iswantoro, saat ini SPBU tersebut memiliki stok Pertalite dan Bio Solar sebanyak 24.000 liter. Stok tersebut dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada hari ini.
"Tadi malam saya dikirim 16.000 liter, nanti malam juga datang lagi," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang