Anggota DPR Sentil KBIHU: Turnya yang Ditonjolkan, Umrahnya Belakangan

Anggota DPR Sentil KBIHU: Turnya yang Ditonjolkan, Umrahnya Belakangan

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra mengkritik komersialisasi ibadah dalam pelaksanaan haji dan umrah oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Menurut Nanang, banyak KBIHU yang lebih banyak menonjolkan kegiatan wisatanya, bukan umrah, dalam perjalanan umrah.

"Ini harus dipastikan dulu karena kalau umrah misalkan itu semua judulnya travel and tour. Jadi travel-nya ditonjolkan, tour-nya ditonjolkan bukan umrahnya. Baru umrah belakangan," kata Nanang dalam rapat bersama sejumlah KBIHU di Komisi VIII DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut dia, banyak agen travel yang menambahkan kegiatan wisata dalam pelaksanaan haji maupun umrah.

"Sehingga sering kali harus mampir ke negara mana keliling melihat-lihat dan bahkan ziarah-ziarah internal apakah di dalam Mekkah atau ke Thaif atau ke mana-mana itu banyak sekali ditambahkan dan ini tentunya akan menambah cost juga," ungkap Nanang.

Padahal, banyak jemaah asal Indonesia yang datang dari kalangan menengah ke bawah.

Poliritkus Partai Demokrat ini juga mengingatkan agar jangan sampai kegiatan ziarah tambahan itu menjadi beban bagi para jemaah.

"Sedangkan jemaah haji Indonesia yang rata-rata dari masyarakat kalangan bawah mereka ini uang itu bisa berangkat saja sudah pas-pasan. Kalau harus dibebani lagi dengan biaya-biaya yang lain kasihan," ucap Nanang.

Oleh karena itu, ia mendorong agar praktik komersialisasi ibadah atau biaya tambahan dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah dikurangi.

"Kemudian tambahan-tambahan ziarah, kemudian pungutan-pungutan yang lain seperti ziarah-ziarah dan lain sebagainya termasuk juga kegiatan-kegiatan yang tidak kita dalami dengan baik tetapi ujung-ujungnya adalah ada semacam komersialisasi," tutur Nanang.

Dia meyakini, para KBIHU bisa berkomitmen untuk bisa membawa jemaah menjalankan ibadah dengan baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.