3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target

3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target

TEHERAN - Bahrain dan Kuwait mengirim pesawat tempur untuk menyerang Iran sebagai balasan atas serangan terhadap negara mereka. Itu dilaporkan The Wall Street Journal melaporkan pada hari Jumat.

Kedua negara Teluk tersebut menargetkan depot penyimpanan drone dan rudal, dengan UEA menyediakan intelijen dan "perlindungan udara defensif" untuk operasi tersebut, menurut laporan itu.

Baik UEA maupun Arab Saudi melakukan serangan terhadap Iran pada awal perang. Abu Dhabi mengambil sikap yang lebih agresif, melancarkan puluhan serangan terhadap Republik Islam tersebut ketika negara itu berada di bawah serangan rudal dan drone yang intens.

3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target

1. Bahrain dan Kuwait Jadi Sasaran Serangan Iran Paling Intens

Masuknya Bahrain dan Kuwait ke dalam perang akan menandai perluasan konflik. Kedua negara Teluk tersebut telah menjadi sasaran serangan Iran paling intens dalam beberapa pekan terakhir, seiring dengan meningkatnya kembali pertempuran di kawasan tersebut.

Kedua negara tersebut merupakan pemain militer yang relatif kecil dibandingkan dengan UEA dan Arab Saudi, meskipun Bahrain telah berinvestasi lebih banyak di sektor pertahanannya. Bahrain menjalin hubungan diplomatik dengan Israel berdasarkan Perjanjian Abraham 2020.

Iran telah menyerang kedua negara tersebut karena menghindari serangan terhadap tetangga mereka yang lebih kaya dan lebih besar, Arab Saudi dan UEA.