Uni Eropa dan Inggris Kompak Hukum Rusia, Bukan karena Perang di Ukraina

Uni Eropa dan Inggris Kompak Hukum Rusia, Bukan karena Perang di Ukraina

KOMPAS.com – Uni Eropa dan Inggris resmi bekerja sama untuk "menghukum" Rusia dengan paket sanksi siber bersama pertama dalam sejarah kedua wilayah tersebut.

Sasaran sanksi ini bukan sembarangan. Puluhan individu dan organisasi asal Rusia dijatuhi sanksi. Termasuk perwira intelijen militer Rusia alias GRU, pemimpin geng kejahatan siber legendaris, hingga pengembang malware yang menyerang ribuan korban.

Rusia dituduh mengoordinasi jaringan luas kelompok hacker yang bertanggung jawab atas serangan siber di seluruh Eropa.

Dewan Uni Eropa mengumumkan sanksi kepada 9 individu dan 4 entitas. Sementara Inggris memberikan sanksi terpisah kepada 24 individu dan entitas.

Yang menarik, ada beberapa sosok yang jadi target utama sanksi ini.

Pertama, Vitaly Nikolayevich Kovalev. Nama lain online-nya cukup terkenal di dunia hitam kejahatan siber, yakni Bentley, Alex Konor, dan Stern. Ia adalah pemimpin geng kejahatan siber Trickbot dan Conti. Dua geng ransomware paling terkenal dan paling merusak sepanjang sejarah.

Kedua, Alexander Volosovik. Pemilik layanan bulletproof hosting Media Land. Bulletproof hosting adalah layanan penyewaan server yang sengaja dirancang untuk tidak mematuhi perintah penegak hukum. Server-server ini biasa dipakai geng kejahatan siber untuk operasi mereka.

Ketiga, kelompok hacker Cyber Army of Russia Reborn (CARR). Dua di antaranya, Denis Degtyarenko dan Yuliya Pankratova, resmi masuk daftar hitam Uni Eropa.

Keempat, Maksim Voronin dan Maksim Gordienko. Keduanya adalah pengembang Lumma Stealer, sebuah malware pencuri data yang sangat aktif dan sudah menginfeksi jutaan komputer di seluruh dunia.

Kelima, Evgeniy Bashev dan Roman Puntus. Keduanya adalah anggota Unit 29155, unit peretasan khusus di dalam badan intelijen militer Rusia (GRU).

Sementara Inggris menyasar sosok senior GRU, seperti Vyacheslav Stafeyev, Ivan Senin, dan Ivan Kasyanenko. Ketiganya, menurut pejabat Inggris, mengarahkan operasi siber dan operasi hibrida Rusia.

Selain kelompok peretas, sanksi Uni Eropa dan Inggris juga menyasar operasi disinformasi Rusia.

Sepuluh orang yang terhubung dengan media Rybar LLC ikut masuk daftar hitam. Rybar dituduh menyebarkan narasi anti-Ukraina, plus melakukan campur tangan dalam pemilu di Moldova dan Armenia.

Sanksi seperti apa yang dijatuhkan?

Ada tiga jenis sanksi utama yang diterapkan Uni Eropa dan Inggris terhadap para individu dan entitas Rusia tersebut.

Pertama, pembekuan aset. Semua aset yang dimiliki para individu dan entitas yang disanksi di wilayah Uni Eropa dan Inggris langsung dibekukan. Rekening bank diblokir, properti tidak bisa dijual, dan investasi tidak bisa dicairkan.