Terungkap Kronologi Direktur Keuangan yang Ditemukan Meninggal di Hotel St. Regis

Terungkap Kronologi Direktur Keuangan yang Ditemukan Meninggal di Hotel St. Regis

  • Seorang direktur keuangan ditemukan meninggal dunia di Hotel St. Regis, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/7/2026) malam.
  • Polisi menyimpulkan korban meninggal akibat tindakan mengakhiri hidup sendiri terkait permasalahan pribadi dengan istrinya di hotel.
  • Pihak kepolisian mengamankan senjata api berizin milik korban sebagai barang bukti untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Suara.com - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di balkon kamar 1104 Hotel St. Regis, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/7/2026) malam.

Korban yang berprofesi sebagai direktur keuangan di sebuah perusahaan swasta itu ditemukan tak bernyawa setelah sang istri mendatangi hotel karena menerima pesan yang dianggap mencurigakan.

Kepala Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, menjelaskan kronologi penemuan korban yang sebelumnya menginap ditemani oleh seorang sopir.

"Dugaannya sedang ada masalah sama istri. Kemudian sementara istirahat di situ ditemani sama saksi, yaitu sopirnya. Sopirnya kan tentunya tidak menemani di kamar, ada di parkir, gitu," papar Joko, Jumat (17/7/2026).

Namun polisi menegaskan, peristiwa ini murni merupakan dugaan tindakan mengakhiri hidup sendiri, tanpa keterlibatan pihak lain.

"Tidak ada (unsur kriminal), niat mengakhiri hidup sendiri," kata Joko.

Kesimpulan tersebut diperkuat dengan keterangan para saksi yang telah diperiksa, termasuk sopir dan pihak hotel.

Dugaan penyebab di balik peristiwa ini disebut berkaitan dengan permasalahan pribadi antara korban dan istrinya.

"Sebenarnya mereka tuh sedang akan memperbaiki. Memang awalnya suaminya merasa salah sama istrinya, kemudian hari itu sebenarnya komunikasi baik sama istrinya, dan mereka bermaksud untuk memperbaiki," papar Joko.

Sebelum kejadian, korban disebut sempat mengirimkan pesan permintaan maaf kepada istri dan anaknya.

Pesan inilah yang dianggap sang istri mencurigakan, hingga memutuskan menyusul sang suami ke hotel dan mendapati lelaki tersebut sudah tiada.

Polisi turut memastikan bahwa senjata api jenis Baretta Tomcat kaliber 32 Auto yang ditemukan di lokasi kejadian dilengkapi dengan dokumen kepemilikan resmi.

"Lengkap, ada suratnya kok," tutur Joko.

Senjata api tersebut kini telah diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.