TRIBUNWOW.COM - Jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina, mengisyaratkan bakal mengungkap dugaan skandal yang terjadi di sepak bola Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Molina melalui akun X (Twitter) pribadinya, @Romain_Molina, pada Senin (13/7/2026).
Awalnya, Molina menanggapi video klarifikasi yang diunggah akun resmi FIFA terkait kontroversi gol kedua Inggris saat menghadapi Norwegia pada babak perempat final Piala Dunia 2026.
Gol Jude Bellingham menjadi sorotan karena banyak pihak menilai seharusnya dianulir.
Bola hasil tendangan kiper Norwegia disebut sempat mengenai kabel kamera sehingga mengubah arah bola dan akhirnya jatuh ke kaki pemain Inggris, yang kemudian berujung pada proses terciptanya gol kemenangan.
Melalui video tersebut, FIFA menegaskan gol itu sah.
Badan sepak bola dunia itu menjelaskan bahwa sensor pada bola tidak mendeteksi adanya sentuhan lain setelah bola ditendang kiper Norwegia hingga akhirnya dimainkan oleh pemain Inggris.
Namun, penjelasan FIFA itu justru diragukan oleh Molina.
"Masalahnya adalah FIFA kerap menggunakan kebohongan dalam komunikasinya, mulai dari angka kehadiran penonton di putaran pertama hingga janji-janji muluk soal keuntungan ekonomi dan berbagai hal lainnya. Termasuk klaim memerangi kekerasan terhadap anak, padahal membiarkan pelatih yang secara resmi disanksi FIFA di RD Kongo tetap melatih remaja tanpa konsekuensi apa pun.
Jika mereka bisa berbohong soal kekerasan terhadap anak, mereka bisa berbohong soal apa saja. Karena itu, sulit mengandalkan pernyataan mereka sebagai jaminan, terlebih setelah melihat rekaman yang ditayangkan Fox," tulis Molina.
Unggahan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Roger Bonet, atau yang akrab disapa Ruxi, mantan pemain asing yang pernah membela PSIS Semarang dan Madura United di Super League.
Ruxi menyatakan bahwa sepak bola saat ini semakin dikendalikan oleh para pejabat yang lebih mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan perkembangan olahraga itu sendiri.
"Saya sangat menghormati @Romain_Molina dan kiprahnya. Dunia sepak bola membutuhkan lebih banyak sosok pemberani yang bersedia mengungkap korupsi dan menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak yang memegang kekuasaan.
Olahraga ini kian dirusak oleh para petinggi berdasi yang tidak memiliki ikatan nyata dengan sepak bola. Mereka masuk ke industri ini tanpa memahami makna sepak bola bagi masyarakat.
Keputusan yang mereka ambil berdampak pada jutaan orang, tetapi terlalu sering didorong oleh kepentingan yang sama sekali tidak berkaitan dengan olahraga ini.
403
You don't have permission for this request.