Ingin Bangun 30 Pabrik E10, Prabowo: India dan Brasil Saja Bisa, Masa Indonesia Enggak?

Ingin Bangun 30 Pabrik E10, Prabowo: India dan Brasil Saja Bisa, Masa Indonesia Enggak?

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan Indonesia sudah mulai bisa menghasilkan bahan bakar bioetanol 10 persen (E10).

Prabowo pun menargetkan pembangunan 30 pabrik E10 agar Indonesia bisa memproduksi bensin sendiri dengan campuran etanol.

"Pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik," ucap Prabowo dalam Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

"Menuju E10. Jadi nanti bensin bisa dicampur dengan 10 persen etanol. Tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20," ujar dia.

Prabowo optimistis Indonesia bisa memiliki pabrik-pabrik tersebut.

Sebab, ia mencontohkan, India sudah berhasil membuat E20, bahkan Brasil membuat E100.

"India sudah E20. Brazil sudah E100. Masa Indonesia enggak bisa? Indonesia bisa kan? Bisa?" ucap Prabowo

"Bisa," dijawab para jajarannya di lokasi acara.

Prabowo lalu membanggakan kesuksesan Indonesia terkait ketahanan energi.

Dia menyampaikan soal dimulainya proses pembangunan proyek LNG Abadi Masela yang sempat mangkrak 28 tahun.

Selain itu, Prabowo juga bangga karena Indonesia berhasil membuat B50 sendiri.

"Kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang menghasilkan solar dari kelapa sawit," kata dia.

Ia menyebutkan, berkat adanya B50, Indonesia sudah tidak perlu mengimpor solar dari luar negeri.

"Lebih baik uang itu beredar di Indonesia, dinikmati oleh petani-petani sawit di seluruh Indonesia," kata Prabowo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang