Ratusan Mitra MBG Brebes Beroperasi, BGN Dorong Pengelolaan Sampah Maggot

Ratusan Mitra MBG Brebes Beroperasi, BGN Dorong Pengelolaan Sampah Maggot

BREBES, KOMPAS.com – Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Brebes, Arya D Nugroho, menyebutkan bahwa sebanyak 203 mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Brebes telah resmi beroperasi dari total 226 mitra yang terdaftar.

"Untuk di Kabupaten Brebes sendiri itu sudah 226 mitra yang resmi. Tapi yang sudah operasi itu 203," kata Arya saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (20/7/2026).

Arya membeberkan, jumlah penerima manfaat dari pelaksanaan Program MBG di wilayah Kabupaten Brebes saat ini telah menembus angka sekitar 449.000 orang.

Namun, ketika disinggung mengenai jumlah ideal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta target ultimate penerima manfaat di Brebes, Arya enggan membeberkan secara rincinya. Ia menegaskan hal tersebut sepenuhnya merupakan wewenang dan kebijakan pemerintah pusat.

"Untuk terkait kebutuhan dan lain-lain, mungkin itu kebijakan pusat ya. Mungkin bisa ditanyakan ke pusat," kata Arya.

Pembentukan Formagi dan Penggerak Ekonomi Daerah

Arya mengungkapkan, para mitra SPPG MBG telah menggelar ajang rembug formasi di Hotel Anggraeni Brebes pada Sabtu (18/7/2026) yang menghasilkan pembentukan wadah asosiasi resmi. Menurutnya, forum ini menjadi sarana vital koordinasi antarmitra agar pelaksanaan MBG berjalan selaras dengan visi nasional di tengah dinamika regulasi.

Ia menekankan bahwa kucuran anggaran Program MBG tidak sekadar memberi dampak gizi bagi para siswa dan penerima manfaat, tetapi juga menjadi stimulan ekonomi kerakyatan secara masif.

Pengalokasian anggaran belanja bahan baku terbukti mampu menggerakkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, peternak, hingga nelayan lokal. Di sisi lain, anggaran operasional dapur turut membuka lapangan kerja baru bagi para relawan setempat.

"Insentif itu tidak digunakan untuk keuntungan pribadi saja. Ada kegiatan santunan anak yatim, kemudian ada pengelolaan lingkungan," katanya.

Olah Sampah Dapur Jadi 1 Ton Maggot

Arya mengapresiasi terobosan sejumlah yayasan mitra di Brebes yang menyisihkan sebagian dana insentif untuk aksi sosial dan pelestarian lingkungan hidup. Salah satu program unggulan percontohan yang dikembangkan adalah sistem pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot.

Proyek percontohan olah limbah dapur MBG ini terbukti sukses dan kini sanggup memanen sekitar satu ton maggot dalam sekali siklus panen. Ke depan, hasil budidaya maggot akan diintegrasikan dengan sektor pertanian dan peternakan lokal.

"Kemudian juga akan diintegrasikan dengan peternakan, pertanian, dan lain-lain. Jadi selain meningkatkan ekonomi, juga ada manfaat untuk perbaikan dan konservasi lingkungan," ujar Arya.

Sementara itu, Ketua Forum Mitra Ketahanan Gizi (Formagi) Brebes, Muhaemin, menjelaskan bahwa pembentukan Formagi bertujuan untuk mempererat soliditas dan pemerataan antardapur SPPG. Wadah ini siap menyelaraskan instruksi pusat sekaligus mengatasi ketimpangan kapasitas layanan dapur MBG.

"Ada dapur yang melayani sekitar 1.000 penerima manfaat, sementara ada pula yang melayani lebih dari 3.000 orang. Melalui forum tersebut, para mitra dapat saling berkoordinasi untuk menciptakan pemerataan layanan," tutur Muhaemin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang