Wagub Jakarta, Rano Karno, menyebut acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, dihadiri hingga 14 ribu pengunjung.
Rano mengatakan, acara nobar ini juga dibarengi dengan festival rakyat yang menyajikan penampilan dari sejumlah musisi tanah air. Ada pula sejumlah booth dari usaha mikro kecil menengan (UMKM).
“Kalau menurut informasi hampir 14.000 (pengunjung). Apalagi kegiatan dari pagi ini. Dari jam 2 (siang) aja udah ramai katanya. Makanya ini acara agak kita percepat supaya yang di luar bisa masuk supaya tidak terlalu berdesak-desakan,” kata Rano di lokasi.
Rano menjelaskan, acara bertajuk “Festival Rakyat Bola Gembira” tersebut bukan sekedar acara nobar final Piala Dunia, tetapi juga ruang hiburan dan ajang kebersamaan masyarakat.
“Malam ini malam terakhir kita bahagia, tapi artinya untuk menjelang pertandingan ini kita menghadapi dengan suka ria. Maka itu hari ini istilahnya Fetival Rakyat Bola Gembira. Memang final sepak bola tapi dikemas dalam festival rakyat,” jelas Rano.
Festival itu juga merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, TVRI, TNI, Polri, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta berbagai pemangku kebijakan yang terlibat.
“Ini menandakan bahwa kebersamaan di Jakarta itu memang sangat luar biasa,” ucap Rano.
Menurut Rano, perputaran ekonomi pada festival tersebut diperkirakan mencapai Rp 5 triliun.
“Ya tentu. Ini kan dengan Jakpreneur, apalagi kerja sama dengan Kadin. Berdasarkan informasi hampir 200 tenant yang ikut,” kata Rano.
“Tadi kita lihat kan dari hasil perputaran ekonominya bisa hampir 5 triliun. Jadi itu pergerakan ekonomi yang memang bisa digerakkan oleh masyarakat itu sendiri,” lanjutnya.
Sementara itu, Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, menilai dampak ekonomi dari penyelenggaraan final Piala Dunia tidak hanya dirasakan oleh pelaku UMKM, tetapi juga dari sektor perhotelan, restoran, kafe, hingga industri penyiaran.
“Tentunya ini kan dampak ekonomi ya. Saya yakin lebih besar lagi nilai ekonominya. Dari UMKM, dari hotel, restoran, dan kafe, kemudian juga dari dampak on air, off air, saya rasa ini sangat bagus,” kata Fiki.
Ia mengatakan, TVRI akan mengevaluasi pelaksanaan penyiaran maupun aktivasi kegiatan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan acara serupa di masa mendatang.
“Tentunya kita akan proses evaluasi dari mulai proses penyiaran, aktivasi kegiatan, dan seterusnya. Kita akan memastikan peningkatan kualitas di layar kita di TVRI dan mudah-mudahan bisa banyak kolaborasi dengan teman-teman di sektor ekonomi kreatif, content creator, dan sebanyak-banyaknya stakeholders,” tambah Fiki.