KOMPAS.com - Piala Dunia 2026 mencatat kesuksesan besar, baik dari sisi penyelenggaraan maupun pendapatan.
Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu mampu menghasilkan pemasukan lebih tinggi dari target awal FIFA.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan pendapatan Piala Dunia 2026 diperkirakan menembus lebih dari 15 miliar dolar AS.
Dengan asumsi kurs Rp17.899 per dolar AS, angka tersebut setara sekitar Rp268,49 triliun.
Nilai itu melampaui proyeksi awal FIFA sebesar 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp196,89 triliun.
Artinya, terdapat kenaikan sekitar 4 miliar dolar AS dibanding target yang telah disusun sebelum turnamen berlangsung.
Pendapatan Piala Dunia 2026 Lampaui Target FIFA
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen pertama dengan format 48 peserta. Bertambahnya jumlah pertandingan serta besarnya minat penonton memberi dampak positif terhadap pemasukan FIFA.
Infantino menyebut hasil finansial turnamen kali ini melebihi perkiraan. Menurutnya, Piala Dunia 2026 membuka banyak peluang baru bagi perkembangan sepak bola di berbagai bidang.
"Saya rasa kita bisa melampaui angka 15 miliar dolar AS," kata Gianni Infantino.
Ia juga menilai penyelenggaraan turnamen di tiga negara memberikan manfaat besar bagi FIFA.
"Piala Dunia FIFA kali ini, khususnya di sini, telah membuka banyak pintu, banyak peluang, dan banyak kemungkinan," imbuhnya.
Dengan pendapatan lebih dari 15 miliar dolar AS, Piala Dunia 2026 menjadi salah satu edisi paling menguntungkan dalam sejarah FIFA dan mencatat angka lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelum kompetisi dimulai.
Donald Trump Soroti Penuhnya Stadion
Kesuksesan Piala Dunia 2026 juga terlihat dari tingginya jumlah penonton di stadion. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku terkesan melihat antusiasme suporter sepanjang turnamen.
Sebelum kompetisi bergulir, sempat muncul kekhawatiran sejumlah pertandingan tidak akan dipenuhi penonton.