Perang Lagi Panas-panasnya, Amerika Serikat Krisis Rudal Lawan Iran

Perang Lagi Panas-panasnya, Amerika Serikat Krisis Rudal Lawan Iran

  • Pentagon diduga menyembunyikan krisis kelangkaan rudal pencegat dari Presiden Donald Trump.

  • Analisis menunjukkan stok amunisi krusial AS dan sekutu terancam habis dalam satu bulan.

  • Trump tetap memerintahkan eskalasi serangan militer ke Iran usai tewasnya tiga prajurit AS.

Suara.com - Ancaman perang terbuka antara Amerika Serikat dan Iran terancam terkendala masalah serius di internal militer Washington. Pentagon diduga sengaja menyembunyikan krisis persediaan rudal pencegat dari meja kerja Presiden Donald Trump.

Kondisi kritis ini berpotensi menggagalkan ambisi AS untuk melancarkan serangan balasan berskala besar ke wilayah Iran. Gedung Putih bahkan disinyalir enggan membongkar fakta sebenarnya terkait minimnya pasokan amunisi tersebut.

“Berbagi 'berita buruk, atau berita realistis, sepertinya tidak berakhir baik bagi siapa pun',” ungkap seorang sumber dalam kepada The Telegraph.

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Senin (20/7/2026) waktu setempat, memicu eskalasi baru di Timur Tengah. [NY Post]
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Senin (20/7/2026) waktu setempat, memicu eskalasi baru di Timur Tengah. [NY Post]

"Budaya keheningan," lanjut sumber lain, kini menjadi tembok besar yang menyulitkan langkah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Analisis Royal United Services Institute pada Maret mencatat AS dan sekutu menguras lebih dari 11.000 amunisi hanya dalam 16 hari pertama perang. Lembaga tersebut memprediksi pasokan amunisi krusial militer AS akan habis total dalam kurun satu bulan.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump justru terus mengobarkan semangat perang dan bersiap meningkatkan intensitas gempuran ke Tehran. Keputusan ini diambil usai gugurnya dua prajurit AS di pangkalan udara Yordania serta satu prajurit di Irak.

"Setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar pembunuhan itu berkali-kali lipat!" tegas Trump pada Senin lalu.

Instruksi tegas tersebut langsung diteruskan Trump kepada Pete Hegseth dan Dan Caine selaku Ketua Kepala Staf Gabungan. Sejumlah jet tempur F-35 dan F-16 dari pangkalan Inggris serta Jerman bahkan sudah dikerahkan ke Timur Tengah.

Armada pesawat tanker penyuplai bahan bakar udara juga dilaporkan tengah bergerak menyusul ke kawasan konflik. Pasukan AS sebelumnya telah meremukkan sejumlah jembatan strategis di sekitar Bandar Abbas, salah satu pelabuhan utama milik Iran.

Trump berulang kali mengancam akan menghancurkan fasilitas infrastruktur sipil Iran, meski sempat menahan diri dari keputusan ekstrem tersebut.

Titik sasaran tempur AS kini mulai mengincar area pedalaman Iran setelah kesepakatan gencatan senjata resmi batal pekan lalu. Pentagon meyakini jalan terbaik membuka Blokade Selat Hormuz adalah melalui eskalasi militer yang jauh lebih agresif.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi bahwa negaranya kini resmi terlibat dalam "full-scale war" menghadapi gempuran musuh. Namun, kesiapan tempur jangka panjang militer AS untuk meladeni perang terbuka ini menjadi pertanyaan besar.

Kondisi ketegangan ini merupakan buntut dari rangkaian konflik bersenjata yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah. Kegagalan diplomasi dan gencatan senjata memaksa kedua negara berada di ambang konfrontasi militer terhebat dalam sejarah.

Biaya Perang AS vs Iran Beberapa Bulan Tembus Rp 670 Triliun, untuk Bayar Apa Saja?
Nonton Bioskop Berdua Tidak Boros! BRI Bagi-Bagi Promo Beli 1 Dapat 2 di Cinepolis
Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:48 WIB
Perang Lagi Panas-panasnya, Amerika Serikat Krisis Rudal Lawan Iran
News | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:48 WIB
Bitcoin hingga XRP Menguat, Indeks CFX10 Melesat 1,07 Persen
Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:46 WIB
NewJeans Rayakan Anniversary ke-4, Isyaratkan Comeback dengan Formasi Baru
Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:45 WIB
Warna Lipstik Implora Apa yang Cocok untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang? Ini 8 Shade Terbaik
Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:44 WIB
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
Kaltim | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:44 WIB
Misi Besar Menyulap Lampung Menjadi Raksasa Ekonomi Syariah Sumatera
Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:40 WIB
Gavi Kirim Pesan Mengejutkan ke FIFA Pasca Dicekik Leandro Paredes
Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:40 WIB
Tepis Isu Dibawa ke Jawa, ESDM Tegaskan Gas Blok Andaman Prioritas untuk Aceh
Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:32 WIB
Viral Video Siswa MTsN 4 Bondowoso Buang MBG ke Gerobak, Kepsek Beri Penjelasan Utuh