BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Seorang pengemudi taksi online berinisial KR (30) menjadi korban pengeroyokan saat berusaha melerai perkelahian sekelompok remaja di Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Sabtu (18/7/2026) malam.
Polisi masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap identitas para pelaku.
Kapolsek Balikpapan Timur AKP M Chusen mengatakan peristiwa bermula ketika korban melintas di lokasi dan melihat perkelahian di tepi jalan.
Korban menghentikan kendaraannya dan mencoba memisahkan para remaja yang terlibat.
"Niat korban ingin melerai perkelahian itu justru berujung petaka. Salah satu remaja tiba-tiba memukul kepala korban menggunakan sepotong kayu," kata Chusen, Rabu (22/7/2026).
Dipukul pakai kayu dan dikeroyok
Setelah dipukul menggunakan kayu, korban kembali menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah remaja lainnya. Korban mengalami pukulan dan tendangan hingga menderita luka-luka.
Menurut Chusen, keterangan korban diperkuat oleh saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Saksi mata melihat sendiri korban yang tadinya berusaha melerai, malah jadi sasaran pemukulan oleh sejumlah orang tak dikenal."
"Satu pelaku memakai kayu, sementara lainnya mengeroyok bersama-sama sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi," ujarnya.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Balikpapan Timur agar diproses sesuai ketentuan hukum.
Polisi selidiki identitas para pelaku
Hingga kini, identitas para pelaku masih dalam penyelidikan karena mereka melarikan diri setelah kejadian.
Unit Reskrim Polsek Balikpapan Timur telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kasus tersebut.
"Perkara ini sudah kami tangani melalui Unit Reskrim. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan bukti pendukung untuk mengungkap identitas para pelaku pengeroyokan," tegas Chusen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang