Kisah Linda di Kebumen Olah Pelepah Pisang Jadi Leles Banana, Sukses Berdayakan Tetangga

Kisah Linda di Kebumen Olah Pelepah Pisang Jadi Leles Banana, Sukses Berdayakan Tetangga

KEBUMEN, KOMPAS.com – Tumpukan pelepah pisang yang biasanya dibiarkan mengering atau dibuang begitu saja ternyata menyimpan nilai ekonomi.

Di tangan Linda Setyowati, warga Desa Pecarikan, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah limbah tersebut diolah menjadi "leles banana", sejenis tali atau tambang berbahan serat pelepah pisang.

Perjalanan usaha Linda bermula dari rasa penasaran.

Bersama suaminya, Andrianto, Linda sebelumnya bertahun-tahun hanya menjadi pemasok pelepah pisang kepada perajin di wilayah Karanggayam.

Setiap hari ia bergelut dengan bahan baku tersebut tanpa benar-benar mengetahui produk apa yang dihasilkan.

Rasa penasaran itu akhirnya mendorong Linda untuk bertanya kepada salah seorang pemilik usaha.

"Dulu gak tau dibuat apa pelepah ini. Kemudian saya penasaran terus saya tanya lah kepada pengrajinnya. Setelah itu saya iseng buat sama suami," ujar Linda pada Senin (13/7/2026).

Berdayakan Ratusan Warga

Pada Agustus 2025, Linda bersama suaminya memberanikan diri merintis usaha.

Usaha itu dijalankan di rumah. Bisnis itu pun berjalan. Seiring meningkatnya permintaan, Linda mulai membutuhkan lebih banyak tenaga.

Ia kemudian menggandeng ibu-ibu di sekitar rumah.

"Awalnya saya mengajak tetangga sekitar yang belum punya pekerjaan. Alhamdulillah mereka tertarik. Sekarang pekerjaannya semakin banyak dan bisa membantu menambah penghasilan keluarga," ungkap Linda.

Kini, ratusan warga ikut terlibat dalam mata rantai produksi usaha tersebut.

Bagi Linda, usaha pelepah pisang bukan sekadar mengejar keuntungan.

Ia ingin aktivitas produksi yang dirintis bersama suaminya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sekali Kirim Bisa Capai Empat Ton

Dalam sekali pengiriman, konsumen dapat mengambil hingga empat ton hasil produksi.