AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan menuju area 6.400 pada perdagangan Kamis (23/7/2026), meski reli selama sepuluh hari berturut-turut terhenti pada sesi sebelumnya akibat aksi ambil untung (profit taking).
Pada perdagangan Rabu (22/7/2026), IHSG ditutup melemah 0,09% ke level 6.334,4. Koreksi tersebut dinilai sebagai konsolidasi yang wajar setelah indeks mencatat penguatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Phintraco Sekuritas menilai prospek pergerakan IHSG masih tetap positif karena sejumlah indikator teknikal menunjukkan tren penguatan belum berubah.
"Secara teknikal, IHSG masih bergerak di atas MA5 dan MA20 dan histogram MACD yang tetap berada di area positif. Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.400 pada perdagangan hari ini," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (23/7/2026).
Dari sisi fundamental, sentimen domestik turut ditopang oleh keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Keputusan tersebut berada di bawah ekspektasi sebagian pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Menurut Phintraco Sekuritas, langkah Bank Indonesia mencerminkan optimisme terhadap stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi yang masih terkendali, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, MNC Sekuritas menilai tren penguatan IHSG masih berpeluang berlanjut dalam jangka pendek. Namun, investor tetap diminta mewaspadai potensi koreksi teknikal setelah reli yang cukup panjang.
"IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji area 6.441 hingga 6.545. Namun, cermati adanya potensi koreksi jangka pendek dengan area support di kisaran 6.202 hingga 6.282," tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya.
Untuk perdagangan Kamis (23/7/2026), MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk strategi trading, yakni AADI, CUAN, PTBA, dan VKTR.