Apakah Sudah Saatnya untuk Reuni?
Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo, telah menyusun peta jalan yang jelas untuk memastikan keberlanjutan proyek Al Nassr, dengan poin paling menonjol berupa kendali penuh atas urusan transfer.
Sejumlah laporan media mengungkap bahwa Cristiano Ronaldo berupaya menetapkan syarat-syaratnya kepada manajemen "klub dunia" itu, yang dimulai dengan memberikan kepada staf olahraga di bawah pimpinan duo Simo dan Simedo, otonomi penuh serta wewenang mutlak dalam urusan kontrak, jauh dari campur tangan manajerial apa pun yang dapat mengganggu pembangunan tim untuk musim mendatang.
Otonomi penuh untuk Simo dan Simedo
Kapten timnas Portugal itu bersikeras agar tidak ada campur tangan manajerial apa pun dalam kerja Simo, direktur olahraga, dan Simedo, direktur eksekutif, di mana gagasannya berlandaskan jaminan otonomi penuh dalam pemilihan pemain dan pembangunan tim yang mampu bersaing di level domestik maupun benua.
Tuntutan ini berkaitan dengan strategi bursa transfer musim panas, karena Ronaldo menginginkan agar seluruh keputusan terkait perekrutan pemain dan kepergian mereka diambil berdasarkan kriteria teknis yang jelas, jauh dari hambatan internal apa pun, demi menjaga ambisi klub pada musim mendatang.
Al Nassr bergerak untuk merekrut Bruno Fernandes
Dalam konteks yang sama, muncul usulan kuat di dalam manajemen Al Nassr untuk memulai komunikasi resmi dengan Bruno Fernandes, guna mengetahui tuntutan finansialnya sebagai langkah awal menjelang kemungkinan memasuki negosiasi untuk merekrut gelandang Manchester United tersebut.
Cristiano mengerahkan upaya intensif untuk meyakinkan rekan senegaranya itu terhadap proyek Liga Saudi, dalam upaya memanfaatkan tersendatnya negosiasi perpanjangan kontraknya dengan Manchester United dan menariknya selama periode transfer musim panas yang tengah berlangsung.
Jika transfer ini berhasil, Al Nassr akan berupaya memperkuat opsi menyerangnya dan menambahkan dimensi kreatif dalam pengaturan permainan di samping Ronaldo.