Pantau - Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) akan membangun 11 titik gudang baru mulai sekitar November 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tampung cadangan pangan, menyusul keterbatasan kapasitas pergudangan yang ada di wilayah tersebut.
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, menyampaikan total stok beras yang dikelola Bulog Sulselbar saat ini mencapai 855.000 ton.
Gudang milik Bulog Sulselbar hanya memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 364.000 ton yang tersebar di 52 kompleks gudang dengan total 204 unit gudang.
Ia mengungkapkan, "Kondisi ini menunjukkan lebih dari separuh stok beras yang kami kelola harus disimpan di luar gudang milik Bulog, seperti di gudang sewa swasta atau gudang mitra penggilingan."
Lebih dari separuh stok beras Bulog Sulselbar saat ini disimpan di gudang sewa swasta maupun gudang milik mitra penggilingan.
Bulog Sulselbar mengalokasikan anggaran sebesar Rp48 miliar pada 2025 untuk menyewa gudang di berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Pembangunan Gudang Baru
Program pembangunan 11 gudang di Sulselbar merupakan bagian dari program strategis Perum Bulog Pusat yang mengalokasikan pembangunan 100 titik gudang baru di seluruh Indonesia.
Sebanyak 11 gudang tersebut akan dibangun di Kabupaten Pinrang, Kabupaten Bone, Kota Palopo, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Mamasa di Sulawesi Barat.
Setiap unit gudang memiliki kapasitas tampung rata-rata sekitar 3.500 ton beras.
Penambahan 11 gudang diproyeksikan meningkatkan kapasitas penyimpanan sekitar 38.000 hingga 40.000 ton.
Delapan titik gudang akan dibangun di atas lahan milik Perum Bulog.
Tiga titik lainnya memanfaatkan lahan hibah dari Pemerintah Kabupaten Bone, Pemerintah Kabupaten Mamasa, dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pembangunan dijadwalkan dimulai sekitar November 2026.
Seluruh gudang baru ditargetkan selesai dalam waktu enam hingga tujuh bulan setelah pembangunan dimulai.
Penyelesaian proyek diperkirakan berlangsung pada Mei hingga Juni 2027.
Tahap Perancangan dan Kolaborasi Penyimpanan
Fahrurozi menjelaskan, "Saat ini, proyek memasuki tahap perancangan teknis dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) oleh konsultan perencana, yang berjalan secara paralel dengan proses kelengkapan administrasi sertifikasi tanah."
Saat ini proyek masih berada pada tahap perancangan teknis dan penyusunan RAB yang dilakukan oleh konsultan perencana.
Proses tersebut berjalan bersamaan dengan penyelesaian administrasi sertifikasi tanah.
Untuk mengatasi keterbatasan ruang penyimpanan selama pembangunan berlangsung, Bulog Sulselbar terus memperkuat kerja sama dengan pemilik penggilingan padi swasta.
Bulog juga meningkatkan kolaborasi dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi).
Kerja sama tersebut difokuskan di wilayah sentra produksi padi, khususnya Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Pinrang.