Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, melontarkan candaan kepada pemain Argentina, Leandro Paredes, menyusul insiden ricuh yang menodai akhir pertandingan final Piala Dunia 2026. Selama parade kemenangan La Roja di Madrid, remaja tersebut terlihat memegang spanduk yang merujuk pada insiden bentrokan fisik yang melibatkan gelandang tersebut dengan Gavi.
Yamal merayakannya dengan sindiran jenaka
Perayaan Piala Dunia Spanyol mencapai puncaknya di Madrid saat dua juta penggemar memadati jalan-jalan, namun ada momen tertentu yang melibatkan Yamal yang menarik perhatian media sosial.
Bintang muda Barcelona itu terlihat berinteraksi dengan sebuah spanduk provokatif yang dilemparkan dari kerumunan, yang menampilkan referensi ke sebuah acara tinju selebriti. Spanduk tersebut bertuliskan: "Velada del ano VII: Paredes vs Gavi."
Pemain sayap berusia 19 tahun itu tampak sangat menikmati lelucon tersebut, tersenyum saat menanggapi spanduk itu selama parade bus terbuka. Yamal menjadi pusat perhatian sepanjang acara, bahkan sempat mengambil mikrofon untuk menyanyikan lagu-lagu Bad Bunny sambil menari bersama teman lama sekaligus rekan setimnya, Nico Williams. Suasana tersebut sangat kontras dengan kejadian tidak menyenangkan di New Jersey hanya 24 jam sebelumnya.
-
AFP Kekacauan saat peluit akhir dibunyikan
Ketegangan tersebut bermula tak lama setelah kemenangan Spanyol 1-0, di mana beberapa pemain Argentina kehilangan ketenangan. Paredes menjadi tokoh utama dalam keributan tersebut; ia terlihat mencekik leher Eric Garcia dan kemudian mendorong Gavi hingga terjatuh ke lapangan.
Pemain asal Boca Juniors itu akhirnya mendapat kartu merah, meskipun ia kemudian mengklaim bahwa timnya telah bertindak sesuai dengan situasi yang terjadi.
Terlepas dari bukti visual perkelahian tersebut, Paredes tetap bersikap menantang dalam penilaiannya pasca-pertandingan. Melalui media sosial, gelandang tersebut membagikan pesan yang menyentuh hati: "Terima kasih, Argentina!!! Aku mencintaimu, hari ini dan selamanya. Hari ini, aku menulis dengan hati yang berat, karena tidak mampu menghadirkan kebahagiaan yang sangat layak didapatkan negara kita - namun dengan dada yang penuh kebanggaan karena telah memberikan segalanya yang kami miliki."
Fernandez membela tindakan Argentina
Paredes bukanlah satu-satunya anggota Albiceleste yang membela pendekatan agresif tim di tengah kekalahan. Enzo Fernandez, yang telah menghadapi kritik tajam, menegaskan bahwa tim tersebut telah mewakili negaranya dengan penuh kehormatan. "Seiring berjalannya waktu, kamu menyadari bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil pertandingan.
Dia melanjutkan: "Hal ini mengajarkan bahwa bertanding bukan hanya soal menang, tetapi soal memberikan segalanya demi seragam dan tidak pernah menyerah. Menjadi bagian dari tim ini, yang selalu berdiri tegak, bertanding hingga akhir, dan membela warna-warna ini dengan kebanggaan, kerendahan hati, dan komitmen, adalah sesuatu yang akan selalu saya hargai. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua penggemar Argentina. Terima kasih karena selalu ada di sana."
-
Getty Images Sport Para pakar mengecam perilaku yang 'memalukan'
Sikap defensif para pemain Argentina tidak disukai oleh beberapa tokoh legendaris di dunia sepak bola. Wayne Rooney secara khusus mengkritik kurangnya sportivitas yang ditunjukkan, terutama terkait upaya Lionel Messi untuk memengaruhi wasit. Rooney mengatakan: "Itu adalah tindakan putus asa. Argentina bermain seperti itu, kita tahu itulah yang mereka lakukan."
Mantan bek Manchester City, Micah Richards, sependapat dengan pernyataan tersebut, dan menyebut keributan setelah pertandingan itu sebagai hal yang "memalukan" untuk disaksikan di panggung sebesar ini.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami