Bantah Tudingan Glorifikasi Kejahatan, Ernest Prakasa Ungkap Misi Edukasi di Film 'Operasi Pesta Copet'

Bantah Tudingan Glorifikasi Kejahatan, Ernest Prakasa Ungkap Misi Edukasi di Film 'Operasi Pesta Copet'

Grid.

ID - Industri perfilman Tanah Air akan segera diramaikan dengan sebuah suguhan layar lebar terbaru yang menjanjikan tak hanya hiburan, tetapi juga edukasi kewaspadaan bagi masyarakat. Sineas sekaligus komika Ernest Prakasa baru saja mengumumkan perubahan judul untuk proyek film terbarunya, dari yang semula direncanakan bernama Operasi Pestapora kini resmi berubah menjadi Operasi Pesta Copet.

Pengumuman ini sekaligus menjawab rasa penasaran publik, terutama para penonton setia film Agak Laen yang sebelumnya sempat disuguhkan teaser singkat proyek ini di akhir penayangan. Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Jakarta Pusat pada Rabu (22/7/2026), Ernest menegaskan bahwa penggunaan judul awal bukanlah sebuah strategi pemasaran belaka.

"Jadi, pertama kali kita mau bikin film ini, teman-teman, memang seperti yang sudah pernah kita tempel juga teaser-nya di film Agak Laen ya, Operasi Pestapora. Dan memang ini bukan gimik karena memang dari awal judul pertama yang kita buat adalah Operasi Pestapora," ujar Ernest Prakasa di kawasan Jakarta Pusat pada Rabu (22/7/2026).

Namun, seiring berjalannya proses produksi hingga tahap pembuatan materi promosi seperti trailer, tim produksi menyadari ada elemen penting yang terasa hilang. Ernest mengaku bahwa judul awal terasa kurang kuat untuk merepresentasikan inti cerita yang ingin disampaikan kepada penonton.

"Tapi kemudian seiring waktu berjalan, sambil kita mengerjakan berbagai hal termasuk trailer seperti ini, terus kita merasa bahwa kayak ada sesuatu yang kurang menggigit gitu dari judul itu, yaitu si kata "copet" itu sendiri," sambungnya.

Menurut Ernest, penghilangan kata "copet" dari judul membuat kesan film ini menjadi kurang terarah dan terkesan tanggung. Ia menyadari bahwa pemilihan judul yang lugas adalah kunci utama agar calon penonton langsung memahami premis yang ditawarkan sejak pandangan pertama.

"Jadi rasanya kayak tanggung gitu kalau kata "copet" tidak ada di judul. Itulah kenapa akhirnya kita memutuskan kayaknya sayang ya kalau kata "copet" enggak ada di judul, karena orang juga dengar "Operasi Pesta Copet" langsung ngerti, "Oh, ini film tentang apa sih? Tentang copet," gitu," ujarnya.

Setelah proses panjang tersebut, akhirnya diubahlah judul yang awalnya Operasi Pestapora menjadi Operasi Pesta Copet.

"Jadi kita memutuskan untuk mengganti judulnya dari Operasi Pestapora jadi Operasi Pesta Copet," ungkap Ernest.

Alih-alih mengagungkan aksi kejahatan, Ernest menjelaskan bahwa film ini justru membedah anatomi kejahatan itu sendiri agar masyarakat luas bisa lebih mawas diri. Dengan memperlihatkan bagaimana komplotan pencopet beraksi, penonton diajak untuk mengenali ancaman yang mengintai di ruang publik.

"Enggalah, bukan mengglorifikasi. Kan sebenarnya sama saja ketika kita tahu bagaimana cara mereka, modus operasi mereka, kita jadi tahu cara menghindarinya. Sebenarnya kan gitu kan?" tutur Ernest.

PROMOTED CONTENT

Ia kemudian menganalogikan film Operasi Pesta Copet dengan berita-berita kriminal yang setiap hari dikonsumsi oleh masyarakat. Mempelajari sebuah kejahatan bukan berarti menirunya, melainkan menjadikannya sebagai instrumen perlindungan diri.

"Sama saja kayak kriminalitas yang lain juga ketika kita baca di berita, "Oh gitu caranya mereka," berarti kita kalau mau menghindarinya kita sudah tahu nih," kata Ernest.

Ia pun berharap korban pencopetan jauh lebih sedikit setelah menonton film Operasi Pesta Copet ini.

"Sebenarnya kita berharap lebih sedikit teman-teman yang jadi korban copet ketika berada di tempat ramai melalui nonton film ini," katanya.

Sementara itu, film Operasi Pesta Copet ini diproduksi oleh rumah produksi Imajinari yang berkolaborasi dengan Boss Creator dan Angin Segar. Film ini juga turut dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba. Film yang disutradarai oleh Edy Khemod ini rencananya akan tayang mulai 27 Agustus 2026. (*)

PROMOTED CONTENT