Setiap 4 tahun dan 28 tim nasional?.. Fakta di balik rencana CAF terkait Piala Afrika

Setiap 4 tahun dan 28 tim nasional?.. Fakta di balik rencana CAF terkait Piala Afrika

Pernyataan Motsepe sebelumnya memicu kontroversi besar

Perdebatan mengenai masa depan Piala Afrika masih terus berlanjut, menyusul keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada awal tahun ini.

Patrice Motsepe, Presiden CAF, mengumumkan bahwa Piala Afrika akan diselenggarakan setiap empat tahun sekali, bukan setiap dua tahun seperti sebelumnya.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa CAF ingin menambah jumlah tim peserta menjadi 28 tim, bukan 24 tim, yang memicu reaksi besar, hingga akhirnya CAF membantah bahwa mereka mempertimbangkan langkah tersebut.

Namun, jurnalis Miki Junior, yang spesialis dalam berita sepak bola Afrika, membahas masa depan Piala Afrika dan apa yang dipikirkan CAF.

Melalui akun “X”-nya, ia mengatakan: “Laporan yang menyebutkan bahwa Komite Eksekutif Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menolak usulan Presiden Paters Motsibi untuk memperluas Piala Afrika dari 24 menjadi 28 tim tidak akurat.”

Ia melanjutkan: “Ide tersebut masih dalam tahap pertimbangan, namun perubahan apa pun kemungkinan besar tidak akan terjadi sebelum Piala Afrika 2032 karena tantangan dalam mempersiapkan edisi 2027 dan 2028.”

Dia menyimpulkan: “Usulan tersebut mencakup sistem kualifikasi baru dan rencana potensial untuk menggelar Piala Afrika setiap empat tahun sekali, dengan tujuan meningkatkan jumlah pertandingan dan meningkatkan pendapatan.”