Ronaldo Tinggalkan Piala Dunia dengan Air Mata: Hati Saya Tenang, Sudah Berikan Segalanya

Ronaldo Tinggalkan Piala Dunia dengan Air Mata: Hati Saya Tenang, Sudah Berikan Segalanya

KOMPAS.com – Cristiano Ronaldo menutup penampilan terakhirnya di ajang Piala Dunia dengan penuh emosi.

Megabintang Portugal itu tampak menangis setelah timnya disingkirkan Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Portugal harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-1 setelah Mikel Merino mencetak gol kemenangan pada masa injury time, Selasa (7/7/2026) pagi WIB.

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Ronaldo di Piala Dunia. Sebelumnya, pemain berusia 41 tahun itu telah memastikan bahwa edisi 2026 menjadi penampilan terakhirnya di turnamen empat tahunan tersebut.

Meski gagal mewujudkan impian mengangkat trofi Piala Dunia, Ronaldo mengaku meninggalkan turnamen dengan hati yang tenang karena merasa telah memberikan segalanya untuk negaranya.

"Tentu saja saya sedih harus meninggalkan Piala Dunia dengan cara seperti ini. Tetapi, seperti yang saya katakan kemarin, saya sudah memberikan segalanya. Saya sudah melakukan yang terbaik dan saya meninggalkan turnamen ini dengan hati yang tenang," ungkap Ronaldo, dikutip dari Reuters.

"Begitulah sepak bola. Kadang Anda menang, kadang Anda kalah. Hidup harus terus berjalan," lanjut kapten Portugal tersebut.

Ronaldo kembali menegaskan, Piala Dunia 2026 merupakan yang terakhir baginya.

"Itu adalah Piala Dunia terakhir saya. Untuk selebihnya, saya masih punya waktu untuk berpikir, bersama keluarga, dan tidak mengambil keputusan saat emosi masih memuncak," katanya.

Tinggalkan warisan besar bersama Portugal

Ronaldo memang gagal membawa Portugal meraih gelar Piala Dunia sepanjang kariernya.

Pencapaian terbaiknya di ajang tersebut terjadi pada Piala Dunia 2006 ketika Portugal finis di peringkat keempat setelah mencapai semifinal.

Meski demikian, Ronaldo tetap tercatat sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.

Ia mengoleksi 11 gol dalam 27 pertandingan dan menjadi salah satu dari hanya dua pemain yang tampil di enam edisi Piala Dunia, bersama Lionel Messi.

Kesuksesan terbesar Ronaldo bersama tim nasional justru hadir di level Eropa.

Kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, memberi tepuk tangan kepada para suporter setelah kalah dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 6 Juli 2026.
Kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, memberi tepuk tangan kepada para suporter setelah kalah dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol di Stadion Dallas di Arlington pada 6 Juli 2026.

Ia membawa Portugal menjuarai Piala Eropa 2016, serta mengangkat trofi UEFA Nations League pada 2019 dan 2025.

"Bersama Cristiano Ronaldo, Portugal memenangkan gelar. Sebelumnya Portugal belum pernah memenangkan apa pun," ujar Ronaldo.

"Gelar terbesar yang saya menangkan bersama tim nasional adalah Euro 2016, dan bagi saya nilainya sama besarnya dengan Piala Dunia. Karena itu, sekali lagi saya katakan, saya pergi dengan hati yang tenang. Saya sudah melakukan yang terbaik. Besok adalah hari yang baru dan hidup terus berjalan," jelasnya.

Saat ini Ronaldo masih terikat kontrak satu musim lagi bersama klub Arab Saudi, Al Nassr. Tapi, belum ada kepastian apakah musim mendatang akan menjadi musim terakhirnya sebagai pesepak bola profesional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang