Ribuan Ikan Naik ke Daratan Pantai Sikka, Ini Penjelasan Akademisi

Ribuan Ikan Naik ke Daratan Pantai Sikka, Ini Penjelasan Akademisi

MAUMERE, KOMPAS.com - Sebuah video yang memperlihatkan ribuan ikan kecil melompat ke arah tepian pantai viral di media sosial.

Fenomena langkah tersebut langsung menarik perhatian masyarakat.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga mengumpulkan ikan menggunakan ember dan jaring sederhana.

Peristiwa itu terjadi di Pantai Napung Nao, Kecamatan Lela, Watutedang Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (23/7/2026).

Faktor pemicu

Dosen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Universitas Nusa Nipa, Christofel Oktovianus Nobel Pale, menjelaskan bahwa perilaku ini merupakan respons terhadap perubahan kondisi lingkungan.

Christofel menyebut fenomena tersebut bisa dipicu oleh beberapa faktor, di antarnya perubahan suhu perairan yang terjadi secara tiba-tiba, baik peningkatan maupun penurunan suhu secara ekstrem.

"Perubahan suhu memengaruhi metabolisme ikan dan distribusi oksigen di dalam air sehingga mendorong ikan mencari kondisi yang lebih sesuai bagi kelangsungan hidupnya," ujar Christofel saat dihubungi, Sabtu (26/7/2026).

Namun, menurut dia, penurunan kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen merupakan salah satu penyebab utama.

Kondisi ini dapat dipicu oleh meningkatnya suhu perairan, ledakan fitoplankton (algal bloom), atau tingginya proses penguraian bahan organik.

"Ketika kadar oksigen menurun, ikan mengalami stres fisiologis dan cenderung bergerak ke permukaan atau melompat sebagai upaya memperoleh lingkungan dengan kandungan oksigen yang lebih tinggi," jelasnya.

Selain itu, lanjut Christofel, perubahan kualitas air, seperti salinitas, pH, masuknya limbah, maupun bahan pencemar lainnya, juga dapat menyebabkan gangguan orientasi dan perilaku ikan.

Dalam kondisi tersebut, ikan berusaha menghindari lingkungan yang tidak lagi mendukung kehidupannya.

Di sisi lain, kata dia, faktor biologis berupa tekanan predator juga ikut berperan.

Ketika gerombolan ikan kecil diburu oleh predator seperti tuna, tongkol, cakalang, atau lumba-lumba, ikan akan melompat keluar dari air sebagai mekanisme pertahanan.

"Dalam kondisi tertentu, lompatan tersebut dapat berakhir dengan ikan terdampar di pantai," katanya.

Christofel menambahkan, dari aspek oseanografi, gelombang tinggi, arus laut yang kuat, angin kencang, serta pasang surut ekstrem dapat membawa gerombolan ikan semakin dekat ke pantai.

Apabila kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan pola migrasi ikan, peluang ikan naik ke pantai menjadi lebih besar.

Oleh karena itu, menurut dia, setiap kejadian ikan naik ke pantai perlu dikaji berdasarkan data oseanografi, meteorologi, kualitas perairan, serta kondisi lingkungan setempat.

"Secara keseluruhan, fenomena ini merupakan hasil interaksi yang kompleks antara faktor biologis, fisik, dan kimia perairan sehingga tidak dapat dijelaskan hanya oleh satu penyebab saja," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang