JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin menjadikan kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, sebagai destinasi wisata malam yang hidup dan ramai, seperti kawasan Myeongdong di Seoul, Korea Selatan.
Rencana tersebut disampaikan Pramono saat membuka rangkaian peringatan 100 tahun mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).
Menurut Pramono, Pasar Baru akan dikembangkan menjadi kawasan yang ramai hingga malam hari, sebagaimana yang kini terjadi di kawasan Blok M.
"Begitu sampai Duta Merlin, maka Pasar Baru pasti kita akan kembangkan menjadi salah satu destinasi baru seperti ketika kita mengembangkan Blok M pada hari ini," kata Pramono, Selasa.
Ia membayangkan Pasar Baru nantinya menjadi kawasan yang nyaman untuk berjalan kaki, menikmati kuliner, sekaligus menyaksikan berbagai pertunjukan budaya.
"Saya membayangkan nanti Pasar Baru malam-malam kita set up seperti Myeongdong, tempat orang bisa makan malam, nyaman, budayanya kita tampilkan dengan berbagai hal, dan yang paling penting adalah bersih, tertib, dan sebagainya," ujar dia.
Pramono optimistis penataan kawasan tersebut akan membuat Jakarta semakin menarik bagi warga maupun wisatawan.
Pengembangan Pasar Baru juga akan terintegrasi dengan penataan kawasan Kota Tua.
"Kalau itu bisa dilakukan, saya yakin Jakarta akan semakin colorful, termasuk nanti penataan sampai dengan Kota Tua," ucapnya.
Menurut Pramono, penataan Pasar Baru merupakan bagian dari upaya membangun Jakarta dengan melanjutkan berbagai program positif yang telah dirintis para gubernur sebelumnya.
"Sebagai Gubernur Jakarta saya akan melanjutkan hal-hal baik yang belum selesai dari gubernur-gubernur sebelumnya," katanya.
Selain penataan kawasan, Pramono juga menegaskan komitmennya melanjutkan pembangunan infrastruktur transportasi umum.
Ia menargetkan proyek MRT lintas utara-selatan dapat mencapai kawasan Monas pada 2027.
Sementara itu, pembangunan LRT Jakarta rute Manggarai-Dukuh Atas juga akan diteruskan.
Di kawasan Dukuh Atas, Pemprov DKI Jakarta akan membangun jalur penghubung yang mengintegrasikan enam moda transportasi, yakni MRT, dua jalur LRT, Transjakarta, KRL Commuter Line, dan kereta bandara.
Menurut Pramono, kemudahan perpindahan antarmoda akan mendorong lebih banyak masyarakat menggunakan transportasi umum.
Dari sisi pelestarian budaya, Pramono juga memastikan revitalisasi Setu Babakan sebagai pusat kebudayaan Betawi akan terus dilanjutkan.
"Bagi saya yang tidak kalah pentingnya adalah hal yang menyangkut budaya yang betul-betul dicita-citakan oleh Bang Ali. Itu akan kami lanjutkan, termasuk revitalisasi Setu Babakan," kata Pramono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangNikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.