KOMPAS.com - Persebaya Surabaya terus bergerak agresif di bursa transfer jelang bergulirnya Super League 2026-2027.
Setelah lebih dulu memperkenalkan tujuh pemain baru, tim kembali mengumumkan rekrutan asing yang diproyeksikan menjadi motor permainan di lini tengah.
Yaitu Diogo Sá Ramalho, menjadi bagian dari upaya manajemen melengkapi komposisi tim yang tengah dibangun pelatih Bernardo Tavares untuk menghadapi persaingan musim baru.
Dengan fleksibilitas bermain di beberapa posisi, serta karakter pekerja keras yang dinilai sesuai dengan filosofi permainan tim.
Selain itu ia dikenal sebagai gelandang box to box yang memiliki mobilitas tinggi. Mampu menghubungkan lini belakang dan depan melalui transisi permainan yang cepat, sekaligus piawai membantu pertahanan ketika tim kehilangan bola.
Sehingga kemampuannya bermain di berbagai posisi menjadi nilai tambah tersendiri. Apalagi sebagai gelandang sentral, ia juga bisa ditempatkan sebagai gelandang bertahan maupun winger sesuai kebutuhan strategi tim.
Membuat Persebaya memiliki lebih banyak variasi dalam membangun permainan sepanjang musim.
"Saya sangat senang bisa bergabung dengan Persebaya. Ini adalah kesempatan besar untuk membela salah satu klub terbesar di Indonesia dengan dukungan suporter yang luar biasa. Saya sangat antusias menyambut musim baru," ujar Diogo Sá Ramalho.
Tinggalkan Liga Rumania demi Cerita yang Menyakinkan
Pemain asal portugal itu, sebelum berlabuh di Persebaya memperkuat FCV Farul Constanta di kasta tertinggi Liga Rumania.
Sepanjang musim lalu ia bermain dalam 29 laga dan menyumbangkan satu gol. Pengalaman menghadapi atmosfer kompetisi Eropa diyakini menjadi modal penting untuk membantu tim menghadapi ketatnya persaingan kompetisi kasta tertinggi sepak bola.
Untuk itu keputusannya menerima pinangan Persebaya ternyata tidak diambil secara tiba-tiba. Sebelum menandatangani kontrak, ia lebih dulu mencari banyak informasi dari teman-temannya yang pernah tinggal maupun bermain di Indonesia.
"Saya memiliki banyak teman yang pernah bermain atau tinggal di Indonesia. Mereka selalu berbicara hal-hal baik tentang negara ini, tentang masyarakatnya, dan terutama tentang Persebaya sebagai klub besar," kata pemain berusia 27 tahun itu.
"Setelah berdiskusi dengan keluarga, saya merasa ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil langkah baru dalam karier saya," imbuhnya.
Tak Mengejar Statistik, Prioritaskan Prestasi Tim
Saat ini meski berposisi sebagai gelandang, ia tetap memiliki ambisi untuk ikut berkontribusi untuk tim. Sebab pencapaian pribadi tidak akan berarti tanpa keberhasilan tim.
Karena target utamanya adalah membantu tim berjuluk Bajul Ijo itu meraih kemenangan sebanyak mungkin sepanjang musim.
"Secara pribadi tentu saya ingin mencetak gol dan membuat assist, tetapi yang paling penting adalah membawa tim meraih hasil terbaik," ucap Diogo Sá Ramalho.
Apalagi sebelum resmi bergabung tim, ia sudah lebih dulu mengetahui atmosfer luar biasa yang diciptakan suporter Persebaya melalui berbagai tayangan yang disaksikan. Membuatnya semakin termotivasi untuk memberikan penampilan terbaik untuk tim.
"Saya tahu Bonek dan Bonita adalah suporter yang luar biasa. Mereka selalu hadir memberikan dukungan untuk tim. Percayalah, kami akan memberikan segalanya di lapangan untuk membanggakan mereka," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang