KOMPAS.com - Langkah Timnas Perancis di ajang Piala Dunia 2026 terpaksa terhenti di babak semifinal.
Berhadapan dengan Timnas Spanyol di Stadion Dallas, Arlington, Texas, Amerika Serikat, skuad Les Bleus harus mengakui keunggulan lawan setelah menelan kekalahan dua gol tanpa balas.
Hasil minor ini memupus harapan Perancis untuk melaju ke partai puncak.
Kekalahan dari Spanyol ini sekaligus memutus mimpi sang pelatih, Didier Deschamps, untuk mengawinkan gelar juara dunia ketiganya.
Dua gol kemenangan La Roja dicetak oleh Mikel Oyarzabal melalui titik putih pada menit ke-22 dan Pedro Porro pada menit ke-58.
Sepanjang pertandingan, Perancis tampil di bawah performa terbaiknya dengan hanya mencatatkan nilai harapan gol (xG) sebesar 0,3 dari total 10 tembakan yang dilesakkan.
Kritik Vieira dan Mbappe
Hasil mengecewakan di laga krusial ini memicu reaksi keras dari mantan gelandang legendaris mereka, Patrick Vieira.
Saat berbicara di saluran ITV, ia mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap permainan tim yang dinilai jauh dari ekspektasi publik.
"Mereka belum menunjukkan performa yang diharapkan. Saya mengharapkan lebih. Ada ekspektasi besar bagi Prancis untuk memenangkan Piala Dunia," kata Vieira dikutip dari BBC Sport.
"Seluruh rakyat Prancis pasti kecewa dengan hasil dan performa tim. Semua pemain top kami tampil buruk. Secara kolektif, kami benar-benar bermain sangat buruk."
Sorotan tajam terhadap strategi tim juga dilayangkan oleh sang penyerang andalan, Kylian Mbappe.
Bintang lini depan tersebut menilai timnya kesulitan membendung dominasi lawan dan terdapat kendala dalam koordinasi di lapangan.
"Kami bermain tiga lawan dua di lini tengah, dan melawan Spanyol itu sulit," ungkap Mbappe.
"Terdapat kurangnya komunikasi di kalangan pers. Seharusnya kita melakukan wawancara langsung dengan pers dan memaksa mereka untuk bekerja sama dengan kita."
"Jika Anda tidak melakukan apa yang harus Anda lakukan di semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang. Spanyol menghormati rencana permainan mereka dan apa yang biasanya dilakukan tim tersebut."