Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah hingga jeda perdagangan sesi I pada Rabu (29/7/2026). Tekanan pada mayoritas sektor membuat indeks terkoreksi 36,9 poin atau 0,6% ke posisi 6.093,5.
Pergerakan IHSG didominasi pelemahan saham. Sebanyak 489 saham turun, 184 saham menguat, sedangkan 292 saham diperdagangkan tanpa perubahan harga. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp 16,8 triliun.
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham yang tergabung dalam indeks LQ45 masih mencatatkan penguatan. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 1,43%, sementara saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menguat 1,4%.
Dari sisi sektoral, hanya sektor kesehatan yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,02%.
Sebaliknya, tekanan terjadi pada hampir seluruh sektor lainnya. Sektor properti memimpin pelemahan dengan penurunan 2,6%, disusul sektor infrastruktur 1,5%, sektor perindustrian 1,39%, sektor barang konsumen nonprimer 1,31%, sektor transportasi 0,94%, sektor energi 0,87%, sektor keuangan 0,59%, sektor barang baku 0,36%, sektor teknologi 0,3%, serta sektor barang konsumen primer 0,12%.
Meski IHSG terkoreksi, sejumlah saham tetap membukukan kenaikan signifikan dan masuk daftar top gainers. Saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) memimpin penguatan setelah melonjak 27,7% ke Rp 115.
Posisi berikutnya ditempati saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) yang melesat 18,18% ke Rp 338, disusul saham PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) yang naik 13,8% ke Rp 173.
Selain itu, saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) menguat 13,2% ke Rp 274, sedangkan saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) meningkat 10,5% ke Rp 230.
Di sisi lain, sejumlah emiten mencatatkan pelemahan terdalam pada perdagangan sesi I. Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) merosot 14,8% ke Rp 276. Selanjutnya, saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) turun 14,2% ke Rp 10.525, sedangkan saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) terkoreksi 13,3% ke Rp 194.
Tekanan juga dialami saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang melemah 10% ke Rp 250 serta saham PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) yang turun 9,3% ke Rp 290.