Pengemudi Ojol di Bekasi Rela Tambah Jam Kerja agar Tetap Bisa Isi Pertamax

Pengemudi Ojol di Bekasi Rela Tambah Jam Kerja agar Tetap Bisa Isi Pertamax

BEKASI, KOMPAS.com - Salah seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Faikar (25) mengaku rela menambah jam kerjanya agar tetap bisa membeli Pertamax yang harganya kini melonjak.

"Biasanya saya narik sampai jam 21.00 WIB malam. Sekarang kadang sampai jam 23.00 WIB malam supaya target tetap tercapai," kata dia saat ditemui di SPBU Bantargebang Kota Bekasi, Kamis (25/6/2026).

Faikar mengatakan, dirinya tetap menggunakan Pertamax karena mempertimbangkan performa dan kondisi sepeda motornya yang menjadi alat kerjanya sehari-hari.

Menurut dia, tambahan biaya akibat kenaikan harga BBM masih lebih ringan dibandingkan risiko kerusakan mesin jika menggunakan bahan bakar tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

"Kalau kendaraan buat kerja, kondisinya enggak bisa ditoleransi. Jadi saya tetap pakai Pertamax," ujar Faikar.

Faikar mengaku pernah menggunakan Pertalite dalam kondisi tertentu. Namun, menurut dia, performa motor menjadi kurang optimal sehingga ia memilih kembali menggunakan Pertamax meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.

Faikar mengatakan dirinya biasa menganggarkan Rp 50.000 setiap kali mengisi BBM. Menurut dia, pengeluaran tambahan untuk bahan bakar masih lebih masuk akal dibandingkan harus mengeluarkan biaya perbaikan kendaraan akibat penurunan performa mesin.

Pilihan serupa diambil Ibrahim (28), pengemudi ojol yang sehari-hari beroperasi di wilayah Bekasi dan Jakarta Timur.

Meski harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan, Ibrahim mengaku belum berencana beralih ke jenis bahan bakar lain.

"Kalau buat kerja seharian, saya lebih nyaman pakai Pertamax. Tarikan motornya lebih enak dan mesinnya juga terasa lebih ringan," ujar Ibrahim.

Ibrahim mengakui kenaikan harga Pertamax membuat pengeluaran hariannya bertambah. Namun, alih-alih mengganti jenis BBM, ia memilih menambah jumlah orderan yang diambil setiap hari.

Menurut dia, langkah tersebut lebih efektif dibandingkan menghemat biaya operasional dengan menggunakan BBM yang dianggap kurang sesuai dengan kebutuhan kendaraan.

"Ya mau enggak mau harus nambah orderan. Biasanya kalau target sudah dapat saya pulang, sekarang cari satu atau dua order lagi buat nutup biaya bensin," kata dia.

Ia mengaku kini mulai beroperasi lebih pagi dan memperpanjang waktu bekerja pada malam hari agar pendapatan tetap stabil.

Meski harus bekerja lebih lama, Ibrahim menilai langkah tersebut masih sepadan karena kendaraan merupakan aset utama yang menopang penghasilannya sebagai pengemudi ojol.

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.