MilkLife Soccer Challenge Diperluas ke 15 Wilayah, Pembinaan Sepak Bola Putri Kian Meluas

MilkLife Soccer Challenge Diperluas ke 15 Wilayah, Pembinaan Sepak Bola Putri Kian Meluas

MilkLife Soccer Challenge Diperluas ke 15 Wilayah, Pembinaan Sepak Bola Putri Kian Meluas

Pantau - Turnamen sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) diperluas menjadi 15 wilayah di Indonesia dengan penambahan tiga lokasi baru pada edisi September-November 2026 seiring meningkatnya antusiasme masyarakat dan perkembangan kualitas pembinaan sepak bola putri.

Tiga Wilayah Baru Masuk Kalender MLSC 2026

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan, "Nantinya ada penambahan tiga wilayah yakni Jakarta (menjadi dua tempat-red), Garut, dan Jayapura."

Sebelumnya, MLSC diselenggarakan di 12 daerah, yakni Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Kudus, Samarinda, dan Banjarmasin.

Menurut Teddy, perluasan wilayah dilakukan untuk menjawab tingginya animo masyarakat terhadap sepak bola putri sekaligus memperluas jangkauan pembinaan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia mengungkapkan, "Melihat perkembangan dan antusiasme sepak bola putri, serta besarnya permintaan dari berbagai daerah, kami menambah tiga kota lagi. Harapannya nanti bisa terus bertambah dengan dukungan berbagai perusahaan seperti yang telah dilakukan di Samarinda bekerja sama dengan Bayan."

Kompetisi Berjenjang Tingkatkan Kualitas Pemain

Teddy menilai kualitas peserta MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya berkat sistem kompetisi yang berlangsung secara berjenjang.

Menurutnya, semakin banyak kompetisi akan memberikan pengalaman bertanding dan jam terbang yang dibutuhkan pemain muda untuk berkembang.

Atlet-atlet terbaik hasil MLSC All-Stars 2026 akan dikirim mengikuti SingaCup di Singapura sebagai bagian dari pengembangan kemampuan di level internasional.

Teddy mengatakan, "Mereka diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan teknik, dan mental ketika menghadapi tim-tim dari luar negeri yang usianya lebih dari mereka."

Business Unit Head Dairy PT Global Dairi Alami, Didiet Fadriana Abdulkadir, menilai penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge berkembang pesat dari semula hanya berlangsung di satu kota hingga kini menjangkau 12 kota dengan kualitas pertandingan yang terus meningkat.

Didiet mengatakan, "Ke depan jumlah kota penyelenggara akan terus bertambah sehingga anak-anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertanding, melatih mental, fisik, dan kemampuan bermain mereka."

Ia menambahkan pembinaan sepak bola putri sejak usia dini menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045 melalui kebiasaan berolahraga yang diimbangi dengan pemenuhan nutrisi yang baik.

Turnamen Beri Dampak bagi Perekonomian Daerah

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, mengapresiasi konsistensi penyelenggara dalam mengembangkan sepak bola putri sekaligus mendorong pertumbuhan sport tourism di Kabupaten Kudus.

Menurut Sam'ani, penyelenggaraan turnamen nasional tersebut memberikan dampak ekonomi melalui meningkatnya tingkat hunian hotel, ramainya usaha kuliner, bertambahnya aktivitas jasa transportasi, serta meningkatnya permintaan penyewaan kendaraan.

Sam'ani mengatakan, “Kami juga mengucapkan selamat kepada tim all-stars Kudus yang berhasil menjadi juara MLSC 2026. Ini menjadi prestasi bersama sekaligus membuktikan perkembangan sepak bola putri yang sangat pesat. Kegiatan seperti ini juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.”