Meski Pahit, Eks Rival Ronda Rousey Akui Hal Ini Jadi Solusi Masalah Popularitas Divisi Wanita

Meski Pahit, Eks Rival Ronda Rousey Akui Hal Ini Jadi Solusi Masalah Popularitas Divisi Wanita

JUARA.NET - Mantan petarung wanita UFC, Liz Carmouche bicara soal faktor yang bisa membuat kelas bantam kembali menarik.

Dalam beberapa tahun terakhir, MMA semakin jarang menoroti kelas bantam wanita, terkait masalah ini salah satu petarung yang dulu aktif di kelas itu, Liz Carmouche angkat bicara.

Petarung yang pernah menjadi rival Ronda Rousey di UFC itu blak-blakan menuturkan bahwa kelas bantam wanita membutuhkan seorang wanita cantik.

Meski cukup pahit, ia mengakui bahwa para pria yang menonton MMA akan tertarik pada wanita yang tampil feminim dan bukannya maskulin sepertinya.

"Saya akan memberikan jawaban jujur saya, dan saya rasa banyak orang tidak akan menyukainya. Jawaban jujur saya adalah bahwa menurut saya, setiap divisi membutuhkan gadis cantik. Sayangnya, begitulah dunia tempat kita hidup," ungkap petarung yang kini aktif bertarung di kelas terbang PFL itu.

"Saat ini, divisi 135 (bantam) dipimpin oleh seorang wanita yang tampil maskulin. Hal itu mulai mematikan divisi tersebut, bukan?"

"Itulah alasan lain mengapa saya mungkin juga bukan wajah dari divisi ini, karena saya bukan gadis cantik itu. Saya adalah seorang wanita yang tampil maskulin.”

"Jadi, saya tidak akan mewakili daya tarik bagi kebanyakan pria heteroseksual, yang merupakan basis penggemar terbesar dalam MMA wanita."

"Mereka adalah pria kulit putih berusia 18 hingga 34 tahun. Jadi, mereka mencari wanita yang cantik. Mereka tidak mencari wanita yang berpenampilan maskulin."

"Jadi, menurut saya, jika kita bisa menemukan gadis cantik untuk divisi 135 (bantam), sayangnya, dan saya berharap hal itu tidak terjadi, tapi itulah yang kita butuhkan agar divisi tersebut meledak," terangnya.

Di sisi lain, seorang petarung kelas bantam UFC, Luana Santos juga menuturkan bahwa divisinya perlu sesuatu untuk kembali menarik perhatian.

Menurutnya harus ada petarung wanita yang menonjol dan menarik perhatian penggemar untuk membuat divisi mereka kembali ramai diminati.

"Divisi kami sebenarnya tidak memiliki nama baru yang muncul dan membuat orang berhenti sejenak sambil berkata, ‘Wow, dia adalah bintang masa depan’, selain Amanda (Nunes), yang ingin kembali, dan Kayla (Harrison), yang sedang berada di puncak kariernya."

"Tidak ada satu pun yang kita lihat dan katakan, ‘Wah, gadis ini sedang naik daun, membuat gebrakan, dan dia punya daya tarik komersial.’ Tidak ada sama sekali. Tidak ada yang membuat orang berkata, ‘Ya ampun, dia harus dapat kesempatan perebutan gelar, dia yang berikutnya.’ Divisi kami cukup sepi."

"Kami tidak banyak bicara. Ada Norma (Dumont), yang banyak bicara dan sebagainya, tapi dia baru saja kalah, jadi menurutku dia harus mundur sejenak. "

"Saat ini tidak ada petarung wanita yang menonjol. Kayla sendiri sudah mengatakan sesuatu seperti, ‘Jika mereka tidak membuka divisi 145 (kelas bulu) lagi, aku akan pensiun.’ Aku rasa UFC tidak akan membuka kembali divisi 145 pon."

"Kalau di divisi 135 saja tidak banyak petarung wanita yang menonjol, mengapa mereka harus membuka divisi lain hanya untuk membuatnya sepi juga?"ungkap Santos.

Saat ini, UFC hanya memiliki tiga divisi untuk petarung wanita yakni kelas jerami, kelas terbang dan kelas bantam.

Kelas bantam dipimpin oleh Kayla Harrison, kelas terbang dikuasai oleh Valentina Schevchenko dan kelas jerami dikuasai oleh Mackenzie Dern.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BolaSport.com (@bolasportcom)

Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P