- Prancis gagal ke final Piala Dunia 2026 usai kalah 0-2 dari Spanyol dan akan menghadapi Inggris untuk perebutan peringkat ketiga.
- Dalam sejarahnya, Prancis tiga kali tampil di laga perebutan tempat ketiga: menang atas Jerman 6-3 (1958), kalah dari Polandia 2-3 (1982), dan menang lawan Belgia 4-2 (1986).
- Dari tiga laga tersebut, Les Bleus mencatat dua kemenangan dan satu kekalahan, selalu mencetak minimal dua gol yang menunjukkan konsistensi mereka meski gagal mencapai final.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tim Nasional Prancis gagal menembus partai puncak Piala Dunia 2026. Mereka dipastikan gagal merengkuh gelar juara usai takluk 0-2 dari Spanyol pada semifinal. Meski demikian, perjalanan Les Bleus belum berakhir. Mereka akan melakoni laga penentuan peringkat ketiga melawan Inggris. Sebelum 2026, mereka pernah tampil pada penentuan peringkat ketiga dalam tiga kesempatan berbeda. Berikut hasilnya.
1. Prancis mengalahkan Jerman 6-3 pada 1958
Prancis gagal menembus final Piala Dunia 1958 lantaran kalah telak 2-5 dari Brasil pada semifinal. Meski gagal pulang dari Swedia tanpa trofi juara, Les Bleus berhasil mengakhiri perjuangan dengan hasil positif. Pada penentuan peringkat ketiga, skuad besutan Albert Batteux berhasil menaklukkan Jerman 6-3.
Just Fontaine menjadi pemecah kebuntuan Prancis menghadapi Jerman pada menit 16 sebelum skor menjadi imbang 1-1 oleh gol Hans Cieslarczyk 2 menit berikutnya. Sebelum babak pertama berakhir, Les Bleus berhasil menambah dua gol lainnya. Gol Raymond Kopa dari titik penalti pada menit 27 disusul gol kedua Fontaine pada menit 36.
Selama babak kedua, kedua tim menunjukkan persaingan menarik dan saling berbalas gol. Prancis unggul 4-1 oleh aksi Yvon Douis pada menit 50, namun langsung dibalas oleh gol Helmut Rahn 2 menit berikutnya. Melalui solo run, Fontaine melengkapi hattrick-nya dan membuat Prancis unggul 5-2 pada menit 78. Setelah Hans Schaefer menambah satu gol untuk Jerman, Fontaine mencetak gol keempatnya pada menit 89 yang sekaligus menjadi gol penutup pada laga ini.
2. Prancis dikalahkan Polandia 2-3 pada 1982
Prancis harus mengakui keunggulan Jerman pada semifinal Piala Dunia 1982. Setelah kedua tim bermain imbang 3-3 hingga babak tambahan waktu, Les Bleus takluk 4-5 dalam duel adu penalti. Situasi ini membuat Prancis harus bertemu Polandia dalam perebutan peringkat ketiga.
Tiga belas menit laga berjalan, Prancis berhasil unggul lebih dahulu berkat gol Rene Girard. Namun, Polandia memberikan respons yang begitu baik dengan membalas dua gol yang sekaligus membuat mereka unggul 2-1 sebelum 45 menit pertama berakhir. Gol-gol itu hadir lewat Andrzej Szarmach (40’) dan Stefan Majewski (44’).
Polandia memulai babak kedua dengan begitu baik. Semenit laga berjalan, mereka unggul lebih jauh lewat tendangan bebas Janusz Kupcewicz. Sementara itu, Prancis hanya mampu membalas satu gol lewat Alain Couriol pada menit 72 dan kalah 2-3.
3. Prancis mengalahkan Belgia pada 1986
Secara beruntun, Prancis kembali gagal menembus final edisi 1986. Kali ini, mereka harus mengakui ketangguhan Jerman 0-2 pada semifinal. Les Bleus harus mengalahkan Belgia pada penentuan peringkat ketiga jika ingin menutup kiprah mereka dengan positif.
Duel yang berlangsung pada 28 Juni 1986 tersebut berlangsung ketat. Setelah Belgia unggul lebih dahulu lewat Jan Ceulemans pada menit 11, Prancis membalas lewat Jean-Marc Ferreri pada menit 27. Gol Jean-Pierre Papin pada menit 43 lantas membuat Les Bleus menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.
Satu gol tambahan dari Belgia lewat Nico Claesen pada menit 73 memaksa kedua tim harus melanjutkan duel hingga babak tambahan waktu. Pada periode ini, Prancis membuktikan mental tangguh dan mencetak dua gol. Gol-gol itu hadir lewat Bernard Genghini pada menit 104 dan Manuel Amoros pada menit 111.
Berbekal tiga pengalaman sebelumnya, Prancis memiliki catatan yang cukup beragam pada laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia dengan 2 kemenangan dan 1 kekalahan. Menariknya, Les Bleus selalu mampu mencetak setidaknya dua gol dalam setiap pertandingan tersebut, menandakan mereka tetap tampil kompetitif meski gagal mencapai final. Kini, mereka akan berupaya menambah koleksi kemenangan sekaligus mengamankan posisi ketiga saat menghadapi Inggris pada Piala Dunia 2026.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.