Iran mulai mengincar akan menutup Selat Bab Al Mandab di Laut Merah jika Amerika Serikat tak berhenti melancarkan serangan ke Iran.
Teheran bersumpah akan 'mencekik' urat nadi perekonomian dunia dengan menutup salah satu selat terpenting bagi perdagangan internasional tersebut.
Bal Al Mandab merupakan salah satu gerbang perdagangan penting yang menghubungkan antara Eropa dan Asia melalui Terusan Suez dan Laut Merah, dikutip dari Middle East Monitor.
Titik sempit itu bahkan merupakan rute perdagangan yang lebih penting ketimbang Selat Hormuz.
Korps Garda Republik Iran (IRGC) mengancam akan menutup "semua jalur ekspor lain yang digunakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya" setelah Iran menutup Selat Hormuz dan Washington memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Menurut kantor berita negara Iran, IRNA, IRGC menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ekspor energi kawasan itu akan "diakses untuk semua pihak atau tidak sama sekali."
Para analis mengatakan kepada Reuters, Iran memberi sinyal bahwa mereka dapat mengandalkan sekutu mereka, Houthi di Yaman, untuk menutup Selat Bab Al Mandab, jalur air strategis dari dan menuju Laut Merah.
Langkah seperti itu dapat membuka front baru melawan Washington dan mengancam dua jalur pengiriman energi terpenting di dunia.
Selat Bab Al Mandab menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden dan merupakan jalur utama untuk ekspor minyak Saudi dan bagian penting dari perdagangan maritim global.
Pejabat senior Houthi mengatakan pada Senin (13/7) bahwa kelompok tersebut siap menutup Selat Bab AlMandab jika Arab Saudi melanjutkan serangannya terhadap Yaman.
Menurut laporan yang disiarkan televisi Iran Press TV, pejabat tersebut mengatakan langkah itu dapat melambungkan harga minyak hingga US$200 per barel.
Kelompok Houthi meluncurkan rudal ke wilayah Saudi setelah menuduh Kerajaan membom bandara internasional Sanaa pada Senin. Mereka menegaskan bahwa Saudi melanggar gencatan senjata empat tahun antara Riyadh dan kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut.
IRGC mengatakan pada hari Rabu bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai "kejahatan Amerika berakhir".
(bac)