Piala Dunia 2026 menyajikan banyak pertandingan sengit yang baru menemukan pemenang setelah melewati drama adu penalti. Ketatnya persaingan pada fase gugur membuat sejumlah tim gagal memanfaatkan peluang selama 120 menit pertandingan. Adu ketenangan, mental, dan kepiawaian para penjaga gawang pun menjadi penentu nasib masing-masing negara. Berikut empat laga di Piala Dunia 2026 yang harus dituntaskan melalui adu penalti.
1. Jerman kalah dari Paraguay pada babak 32 besar
Paraguay berhasil memimpin lebih dahulu ketika bertemu Jerman pada babak 32 besar. Berkat umpan Matias Galarza, Julio Enciso sukses menjebol gawang Manuel Neuer dengan sundulan pada menit 42. Namun, Der Panzer sukses menyamakan kedudukan pada menit 54. Kai Havertz berhasil menyelesaikan umpan Florian Wirtz dengan tandukan kepala. Ketatnya pertandingan membuat skor 1-1 bertahan hingga akhir babak tambahan dan laga harus dilanjutkan dengan adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, setengah dari enam eksekutor Jerman gagal melakukan tugas. Kai Havertz yang menjadi penendang pertama gagal, disusul dengan Nick Woltemade serta Jonathan Tah sebagai penendang terakhir. Di sisi lain, Paraguay berhasil keluar sebagai pemenang dengan empat pemain berhasil mencetak gol.
2. Belanda takluk dari Maroko pada babak 32 besar
Duel Belanda kontra Maroko pada babak 32 besar berlangsung sengit. Gol pertama baru muncul pada menit 72, lewat aksi Cody Gakpo yang membuat De Oranje unggul 1-0. Semangat juang yang ditunjukkan Maroko berbuah gol penyama kedudukan lewat Issa Diop pada menit 90+1. Kedua tim lantas tak menambah gol pada babak tambahan hingga harus melewati duel adu penalti.
Belanda gagal melangkah lebih jauh dengan kalah 2-3 pada babak tos-tosan. Dari lima eksekutor, hanya Teun Koopmeiners dan Wout Weghorst yang berhasil mencetak gol. Sebaliknya di pihak Maroko, ada 3 pemain yang berhasil dari total 5 eksekutor, termasuk Ismael Saibari sebagai penentu kemenangan.
3. Australia disingkirkan Mesir pada babak 32 besar
Mesir berhasil menutup babak pertama kontra Australia dengan keunggulan 1-0 pada babak 32 besar. Gol pemecah kebuntuan hadir lewat aksi Emam Ashour pada menit 13. Namun, Australia berhasil menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Mohamed Hany pada menit 55. Tak adanya gol yang tercipta setelah itu membuat laga berlanjut ke adu penalti.
Dari pihak Australia, ada Harry Souttar dan Lucas Herrington yang gagal mengeksekusi penalti dari total empat pemain. Sementara itu, empat penendang Mesir berhasil menjebol gawang Socceroos. Hossam Abdelmaguid sebagai penendang terakhir lantas memastikan keberhasilan Mesir melaju ke babak 16 besar.
4. Swiss mengalahkan Kolombia pada babak 16 besar
Swiss dan Kolombia sama-sama menunjukkan pertahanan yang solid ketika berduel pada babak 16 besar. Sepanjang laga, terdapat total sebelas pergantian pemain yang dilakukan kedua tim. Namun, tak ada gol yang tercipta hingga penghujung babak tambahan.
Dalam adu tos-tosan, dua eksekutor Kolombia gagal mencetak gol, sementara 3 lainnya berhasil. Sementara itu, Swiss keluar sebagai pemenang dengan 4 dari 5 penendang sukses melakukan tugasnya. Hanya Manuel Akanji yang gagal mencetak gol untuk Swiss.
Keempat pertandingan tersebut menjadi bukti bahwa adu penalti masih menjadi salah satu momen paling menegangkan di Piala Dunia. Ketika kekuatan kedua tim begitu berimbang selama 120 menit, ketenangan mental dan ketepatan eksekusi dari titik putih menjadi faktor yang menentukan hasil akhir. Tak mengherankan jika drama adu penalti kembali menghadirkan kisah suka maupun duka yang mewarnai perjalanan Piala Dunia 2026.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.