- Pemerintah Korea Selatan menetapkan status darurat gelombang panas tertinggi untuk pertama kalinya setelah suhu ekstrem melanda Gyeongsan dan Pohang, dengan suhu mencapai hampir 40 derajat Celsius.
- Sistem peringatan cuaca diperbarui untuk pertama kali dalam 18 tahun guna menyesuaikan peningkatan frekuensi hari panas ekstrem dan malam tropis yang kini terjadi lebih dari dua kali lipat dibanding era 1970-an.
- KDCA mengimbau kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak agar waspada karena risiko kematian meningkat saat status darurat aktif, sementara suhu tinggi dipicu tekanan udara dari Pasifik Utara dan Tibet.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Jakarta, IDN Times – Korea Selatan (Korsel) resmi menetapkan status darurat gelombang panas tingkat tertinggi untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pada Minggu (12/7/2026). Kebijakan itu diterapkan setelah sistem peringatan cuaca baru diberlakukan untuk menghadapi cuaca ekstrem yang semakin intens, dengan Kota Gyeongsan dan Pohang di Provinsi Gyeongsang Utara bagian selatan menjadi wilayah pertama yang menyandang status tersebut.
Kepala Administrasi Meteorologi Korea (KMA), Lee Mi-seon, mengumumkan langsung penetapan itu dalam konferensi pers pada pukul 10.00 waktu setempat. Status tersebut sekaligus menjadi penggunaan pertama level peringatan tertinggi sejak regulasi baru mulai berlaku.
1. KMA menjelaskan kriteria peringatan darurat
Lee menjelaskan bahwa level peringatan tertinggi tak hanya menunjukkan cuaca yang sangat panas, melainkan kondisi ekstrem yang dapat meningkatkan risiko penyakit akibat suhu tinggi hingga kematian, termasuk bagi orang yang sehat.
“Orang-orang yang terlibat dalam aktivitas luar ruangan harus segera berhenti dan pindah ke tempat yang sejuk, dan tidak boleh ada siapa pun, termasuk anak-anak atau hewan peliharaan, yang ditinggalkan di dalam kendaraan,” imbau Lee, dikutip CNA.
Status darurat diterapkan ketika suatu wilayah mengalami suhu yang dirasakan (perceived temperature) sedikitnya 35 derajat Celsius selama dua hari berturut-turut dan diperkirakan meningkat hingga 38 derajat Celsius atau lebih. Ketentuan itu juga berlaku apabila suhu aktual diprediksi mencapai sedikitnya 39 derajat Celsius dalam satu hari berikutnya.
2. Pemerintah memperbarui sistem peringatan cuaca
Pemerintah Korsel melakukan pembaruan sistem peringatan cuaca untuk pertama kalinya dalam 18 tahun terakhir guna memberikan indikator bahaya ekstrem yang lebih akurat. Berdasarkan data iklim, rata-rata hari gelombang panas dengan suhu maksimum sedikitnya 33 derajat Celsius meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 19 hari, dibandingkan sekitar delapan hari pada era 1970-an.
Fenomena malam tropis, yakni saat suhu terendah pada malam hari bertahan di 25 derajat Celsius atau lebih, juga meningkat dari empat hari menjadi 14 hari. Menurut informasi Korea Times, di Gyeongsan, suhu aktual tercatat mencapai 37,9 derajat Celsius dengan titik tertinggi di salah satu distriknya menyentuh 39,9 derajat Celsius, sedangkan Pohang mencatat suhu 37,2 derajat Celsius.
3. KDCA mengimbau kelompok rentan meningkatkan kewaspadaan
Gelombang panas dipicu oleh sistem tekanan tinggi dari Pasifik Utara dan Tibet yang diperkuat efek foehn, sehingga angin selatan membawa udara panas setelah melintasi pegunungan Gyeongsang Utara. Kondisi itu juga membuat wilayah lain, termasuk Seoul, berada dalam status siaga dengan suhu yang dirasakan tertinggi mencapai 37,3 derajat Celsius di Yeoju, Provinsi Gyeonggi, sementara prakiraan suhu di Seoul Raya, Chungcheong, dan sejumlah provinsi selatan masih berada di kisaran 33-35 derajat Celsius dan hujan lokal diperkirakan belum banyak memengaruhi suhu.
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) meminta kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan pasien kardiovaskular, meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan analisis data KDCA periode 2016–2024, risiko kematian relatif masyarakat meningkat hingga 1,16 kali lipat dari kondisi normal saat ambang peringatan darurat ini aktif.
Krisis gelombang panas di Korsel juga berlangsung seiring tren global, termasuk rekor suhu tertinggi di Eropa pada musim panas tahun ini yang dipicu oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.