Kerugian Tiga Digit Ditipu Teman, Tantri KotaK: Salah Satunya Uang Tabungan

Kerugian Tiga Digit Ditipu Teman, Tantri KotaK: Salah Satunya Uang Tabungan

JAKARTA, KOMPAS.com - Vokalis grup band KotaK, Tantri, mengungkapkan salah satu sumber dana yang diduga dibawa kabur oleh rekan berinisial PN berasal dari uang tabungannya.

“Iya, salah satunya tabungan,” ujar Tantri saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Tantri juga mengungkapkan total kerugian yang dialaminya mencapai angka tiga digit, meski enggan menyebut nominal pasti.

“Pokoknya kerugiannya tiga digit lah,” tambah Tantri.

Meski mengalami kerugian besar, Tantri mengaku berusaha mengikhlaskan kejadian tersebut.

Menurutnya, setiap musibah pasti memiliki hikmah.

“Ya saya sudah, intinya kalau secara manusiawinya insya Allah saya ikhlas. Tapi kan tetap ada hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan,” ungkap Tantri.

“Akhirnya saya mencoba untuk setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Saya cuma mencari-cari, ‘Oh mungkin ini salah satu hal yang memang Allah mudahkan saya untuk bisa membersihkan harta.’ Kan hal ini harus dilewati,” tambah Tantri.

Kronologi kejadian

Tantri mengatakan mengenal PN sejak 2021 melalui sekolah anak mereka. Sebagai sesama orang tua murid, hubungan keduanya semakin dekat hingga akhirnya bersahabat.

Menurut Tantri, mereka juga kerap saling membantu dalam berbagai hal.

Pada 2025, PN menawarkan kerja sama bisnis berupa penyertaan modal untuk pembelian produk.

Tantri mengaku sempat ragu. Namun, karena sudah menaruh kepercayaan kepada PN, ia akhirnya menerima tawaran tersebut.

Awalnya, seluruh transaksi berjalan lancar tanpa kendala.

Namun, Tantri mulai merasakan adanya kejanggalan pada 19 Juni 2026.

“Setelah transaksi terakhir dilakukan, nomor telepon dan akun sosmed-mu tidak lagi dapat dihubungi,” tulis Tantri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang