KOMPAS.com - Berakhir sudah perjalanan Timnas Kanada di Piala Dunia 2026 usai kalah 0-3 dari Maroko di babak 16 besar.
Pertandingan Kanada vs Maroko berlangsung di Stadion Houston, Amerika Serikat Minggu (4/7/2026) dini hari WIB.
Sempat memberi perlawanan pada babak pertama, Kanada harus menyerah usai gawang mereka dibobol tiga kali oleh Maroko.
Trigol Maroko dicatat oleh Azzedine Ounahi pada menit ke-50 dan 82 dan Soufiane Rahimi menit ke-90+8.
Kemenangan ini memastikan Maroko menjadi tim pertama yang lolos ke babak perempat final dan memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Piala Dunia 2026.
Sementara bagi Kanada, kekalahan ini memupus mimpi mereka lolos ke babak perempat final dan dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Sampai Jumpa Lagi, Kanada!
Tak lama setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026, Timnas Kanada langsung mengunggah kata-kata ucapan perpisahan yang menyentuh.
Melalui Instagram resminya @canmnt, Timnas Kanada menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan sepanjang Piala DUnia 2026:
"Setiap cerita pasti memiliki akhir. Namun, akhir cerita yang satu ini tidak terasa seperti sebuah akhir yang sesungguhnya. Saat ini, rasa sakit itu begitu nyata.
Kami datang ke sini dengan keyakinan bahwa kami bisa terus mengukir sejarah, dan ketika Anda memiliki keyakinan sedalam itu, peluit akhir pertandingan bukanlah hal yang mudah untuk diterima.
Selama beberapa minggu terakhir, kami menyaksikan seluruh negeri jatuh hati pada tim ini. Jalanan dipenuhi warna merah. Ruang keluarga berubah menjadi tribun bagi para pendukung. Anak-anak yang dulunya bermimpi mengenakan lambang tanah leluhur mereka kini menemukan impian baru.
Kami selalu percaya bahwa ini adalah negeri pecinta sepak bola. Kini, kami tahu bahwa anggapan itu benar adanya.
Kepada semua orang yang telah bernyanyi, melakukan perjalanan, memadati stadion, mengenakan lambang tim dengan bangga, dan menaruh kepercayaan bersama kami. Terima kasih.
Kalian telah menyemangati dan mendukung kami di setiap langkah perjalanan ini.
Sejarah tidak hanya tercipta di lapangan hijau. Sejarah tercipta di rumah-rumah, sekolah, taman, pub, dan berbagai komunitas di seluruh penjuru negeri ini. Sejarah tercipta setiap kali seseorang memilih untuk percaya.