KUDUS, KOMPAS.com - Di tengah maraknya cafe shop dan resto di Kudus, Jawa Tengah yang menjadi basis kumpulnya anak muda, Danang Bayu Setiawan justru memikirkan para orang tua yang belum memiliki tempat nongkrong.
Dari ide ini pemuda berusia 30 tahun itu mulai merintis Warung Jahe Rempah Mbah Tolok, yang menyajikan berbagai minuman herbal.
“Saya berpikir di Kudus awalnya belum ada tempat tongkrongan atau kumpulnya tiang sepuh,” kata Danang, kepada Kompas.com, Sabtu (25/7/2026).
Warung yang berada di Jalan Purwodadi-Kudus, Kecamatan Jati ini menawarkan 35 minuman berbahan dasar rempah dan puluhan jajanan tradisional dari para pegiat UMKM sekitar.
Bukan hanya menyajikan menu, Warung Jahe Mbah Tolok juga menyediakan konsultasi kesehatan.
Sehingga minuman herbal yang disediakan nanti bisa disesuaikan dengan keluh sakit pelanggan.
Tempat ini selalu ramai. Dalam sehari, Danang mampu menjual 1.500 porsi minuman.
Danang bercerita, Ia sudah menggagas warung tersebut sejak kuliah tahun 2019.
Ide pembuatan warung rempah tersebut muncul dari kedai kecil langganannya di Semarang yang juga menjajakan minuman berbahan rempah.
Ia pun kemudian belajar kepada salah satu temannya yang pernah bekerja sebagai peracik herbal sebelum memulai usaha.
Dari keyakinan yang dimiliki, Danang akhirnya membuka warung Jahe Rempah Mbah Tolok dengan modal seadanya dan dibantu keluarga untuk berjualan di sela-sela menyelesaikan tugas akhir kuliah.
“Saya benar-benar yakin dengan arah tujuan saya, menjadikan ikoniknya Kudus di bidang herbal, arahnya saya untuk konsisten selalu bisa bertahan di persaingan,” tuturnya.
Dikenal Sejak Pandemi Covid-19
Warung Jahe Rempah Mbah Tolok mulai dikenal pada 2020. Saat itu, pandemi Covid-19 sedang melanda dan orang-orang berburu minuman berbahan rempah yang dipercaya menjadi penangkal virus.
“Kita mulai besar di tahun 2020 akhir, karena di Kudus masuk covid itu. Sehingga kita mulai banyak modal dan memperluas tempat ini,” ujarnya.
Usaha ini pun berkembang. Saat ini ia juga memiliki outlet penjualan rempah kemasan yang bisa dijadikan oleh-oleh.