Pantau - Hyundai Motor Group akan menginvestasikan 42 triliun won atau sekitar Rp494 triliun dalam 10 tahun ke depan untuk membangun pusat pengembangan mobilitas generasi berikutnya dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) fisik di kawasan tenggara Korea Selatan.
Peta jalan investasi tersebut diumumkan Wakil Ketua Hyundai Motor Group Jang Jae-hoon dalam pengarahan publik yang dipimpin Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Kota Jinju.
Program investasi itu menjadi bagian dari proyek besar pemerintah Korea Selatan yang berfokus pada pengembangan semikonduktor, AI fisik, dan pusat data AI.
"Dengan melakukan investasi tambahan pada bisnis pertumbuhan baru di wilayah Yeongnam, tempat kelahiran Hyundai Motor Group, kami akan membinanya menjadi pusat utama bagi industri maju masa depan dan berkontribusi dalam memperkuat daya saing industri Korea Selatan.", ujar Jang.
Fokus pada Kendaraan Otonom dan AI
Investasi tersebut diarahkan untuk mengubah wilayah Gyeongsang (Yeongnam), yang menjadi lokasi utama fasilitas manufaktur Hyundai Motor Group, menjadi pusat pengembangan kendaraan otonom, manufaktur berbasis AI, dan teknologi kedirgantaraan masa depan.
Hyundai akan mengubah kompleks produksi Ulsan menjadi pusat mobilitas generasi berikutnya dengan pabrik kendaraan listrik baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun ini menggunakan sistem manufaktur berbasis AI.
Perusahaan juga mempercepat pengembangan kendaraan otonom berbasis AI hingga mencapai kemampuan mengemudi Level 4 dan yang lebih tinggi untuk mendukung layanan robotaksi.
Selain itu, pabrik sel bahan bakar hidrogen Hyundai di Ulsan akan mendukung produksi solusi mobilitas berbahan bakar hidrogen dan sistem energi terbarukan.
Hingga 2030, Hyundai menargetkan pembangunan sejumlah fasilitas baru, termasuk jalur perakitan sistem baterai di Hyundai Mobis Ulsan, jalur produksi motor dan pengontrol di Hyundai Mobis Daegu, serta jalur produksi sistem manajemen termal kendaraan listrik di Hyundai Wia Changwon.
Perluas Investasi ke Sektor Kedirgantaraan
Selain sektor mobilitas, Hyundai juga akan memperluas bisnis ke bidang kedirgantaraan masa depan dengan fokus pada mobilitas udara perkotaan, kendaraan peluncur antariksa, dan eksplorasi bulan.
Investasi terbaru tersebut merupakan kelanjutan strategi pengembangan AI Hyundai Motor Group.
Sebelumnya, pada Februari 2026, Hyundai mengumumkan investasi terpisah sebesar 9 triliun won atau sekitar Rp106 triliun untuk membangun pusat inovasi yang berfokus pada AI, robotika, dan hidrogen di kawasan reklamasi Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan.