BEKASI, KOMPAS.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Nesan Sudjana, membantah tudingan bahwa dirinya kerap menghubungi sejumlah pegawai perempuan untuk kepentingan pribadi.
Ia menegaskan seluruh komunikasi yang dilakukannya selama ini semata-mata berkaitan dengan pekerjaan dan tugas kedinasan.
"Komunikasi saya dengan para pegawai selama ini semata-mata berkaitan dengan pekerjaan," ujar Nesan saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (26/6/2026).
Nesan membantah tuduhan bahwa komunikasi tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap bawahannya. Ia menegaskan tidak pernah melakukan tindakan sebagaimana yang dituduhkan.
"Demi Allah Rasulullah, saya sama sekali tidak melakukan hal-hal seperti yang dituduhkan," kata Nesan.
Nesan mengatakan, salah satu alasan dirinya beberapa kali menelepon bawahannya adalah untuk memastikan kehadiran pegawai yang terlambat masuk kerja.
Ia mencontohkan seorang pegawai yang bertugas sebagai petugas front office seharusnya mulai bekerja pukul 07.30 WIB.
Namun, berdasarkan pemeriksaan internal, pegawai tersebut beberapa kali baru datang sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.
"Saat dihubungi, dia mengatakan masih dalam perjalanan. Kejadian seperti itu berulang sehingga saya meminta dibuktikan keberadaannya," kata Nesan.
Menurut dia, untuk membuktikan keberadaannya, pegawai tersebut bahkan beberapa kali melakukan panggilan video kepada dirinya.
"Jadi tidak pernah ada komunikasi yang mengarah ke hal-hal seperti yang dituduhkan. Ini seolah-olah ada penggiringan opini," ujarnya.
Nesan juga menjelaskan alasan dirinya meminta nomor telepon salah seorang pegawai yang kini menjadi pelapor.
Menurut dia, hal itu berawal ketika keduanya menghadiri kegiatan Tarawih Keliling bersama Wali Kota Bekasi.
Saat itu, kata dia, pegawai tersebut meminta foto bersama secara berkelompok dan berjanji akan mengirimkan hasil fotonya.
"Saat itu dia meminta foto bersama secara berkelompok. Setelah itu dia mengatakan akan mengirimkan fotonya kepada saya sehingga saya meminta nomor teleponnya," ujar Nesan.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.