Delapan Desa di Cilacap Dilanda Kekeringan, BPBD Salurkan 117.000 Liter Air

Delapan Desa di Cilacap Dilanda Kekeringan, BPBD Salurkan 117.000 Liter Air

CILACAP, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, terus melakukan upaya penanganan dampak musim kemarau yang mulai dirasakan masyarakat.

Hingga 2 Juli 2026, BPBD telah menyalurkan sebanyak 117.000 liter air bersih atau setara 24 tangki kepada warga terdampak kekeringan.

Bantuan tersebut disalurkan ke delapan desa yang tersebar di enam kecamatan, dengan total penerima mencapai 1.063 keluarga atau 3.942 jiwa.

Distribusi ini dilakukan sebagai respons atas menurunnya debit sumber air yang selama ini menjadi andalan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

“Hingga Kamis (2/7/2026), distribusi terbanyak diberikan ke Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, sebanyak 10 tangki. Sementara Desa Cinangsi, Cimrutu-Rawaapu, dan Ujungalang masing-masing menerima tiga tangki, sedangkan Desa Klumprit dan Kedungbenda dua tangki, serta Desa Karangbenda satu tangki,” kata Taryo dikutip dari Antara.

Apa penyebab utama krisis air bersih?

Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD bersama pemerintah desa, kekeringan yang terjadi disebabkan oleh menurunnya debit sumber air yang biasa digunakan masyarakat.

Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, dan mencuci.

Situasi yang lebih sulit dialami oleh warga di wilayah tertentu, seperti Dusun Bondan di Desa Ujungalang, Kecamatan Kampunglaut. Di daerah tersebut, warga bahkan harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk mendapatkan air bersih.

“Sebagian warga terdampak kekeringan di Dusun Bondan RT 04 RW 01, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampunglaut, harus mengambil air dari lokasi yang lebih jauh dengan menggunakan perahu,” kata Taryo.

Krisis air bersih di Dusun Bondan berdampak pada 70 keluarga atau sekitar 250 jiwa, yang terdiri atas berbagai kelompok usia, termasuk lansia, ibu hamil, dan balita.

“Krisis air bersih di Dusun Bondan berdampak kepada 70 keluarga atau 250 jiwa yang terdiri atas 100 laki-laki, 100 perempuan, 20 lanjut usia, tiga ibu hamil, dan 25 balita, sehingga kami mendistribusikan bantuan pada Kamis (2/7) ke wilayah tersebut,” ujarnya.

“Kami mengimbau pemerintah desa dan masyarakat segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan secara cepat dan tepat sasaran,” kata Taryo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang