Dalam video... Permintaan maaf meredakan kontroversi seputar Hamza Abdul Karim

Dalam video... Permintaan maaf meredakan kontroversi seputar Hamza Abdul Karim

Apa yang dikatakan Mahib Abdul Hadi tentang pemain timnas Mesir itu?

Setelah badai kritik melanda media sosial, jurnalis Mahib Abdul Hadi menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pemain muda Hamza Abdul Karim, sambil menegaskan bahwa meremehkan bakat pemain tim nasional Mesir itu sama sekali tidak disengaja.

Pernyataan Abdul Hadi tersebut memicu krisis media yang luas, ketika ia mempertanyakan “heboh yang terjadi” seputar Abdul Karim dengan mengatakan: “Saya tidak melihat apa yang membenarkan semua heboh ini. Dia mencetak gol dalam pertandingan tim cadangan, jadi apa masalahnya? Siapa yang berada di balik semua heboh ini?”

Dia menambahkan: “Mengapa kita membebani pemain ini melebihi kemampuannya, seolah-olah dia akan membawa kita meraih Piala Dunia? Endrik, yang seusia dengannya, mencetak gol ke gawang Mesir, namun hal itu tidak menimbulkan keributan sebesar ini.”

Permintaan maaf langsung kepada Hamza Abdul Karim

Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun resmi Facebook-nya, Abdulhadi angkat bicara untuk mengakhiri kontroversi tersebut dengan mengatakan: “Saya meminta maaf secara jelas dan tegas jika ada komentar, kata-kata, atau cara bicara saya yang dipahami sebagai ejekan atau merendahkan sang pemain.”

Ia juga menyampaikan pesan langsung kepada Hamza Abdel Karim: “Jika kamu merasa tersinggung atau terganggu oleh perkataanku atau caraku berbicara, aku meminta maaf kepadamu, dan aku mendoakan agar kariermu sukses. Kamu seumuran dengan anakku, dan mustahil aku bermaksud menyakitimu.”

Alasan permohonan maaf.. “Tujuannya bersifat teknis, bukan pribadi”

Permintaan maaf sang jurnalis juga mencakup keluarga pemain dan para penggemarnya, sambil mendoakan kesuksesannya bersama klubnya dan tim nasional Mesir, serta menekankan bahwa Hamza mewakili “generasi baru talenta menjanjikan yang layak mendapat dukungan dan dorongan tanpa tekanan apa pun.”

Abdul Hadi menjelaskan bahwa karier panjangnya di dunia jurnalisme olahraga selalu bertujuan untuk membahas aspek-aspek teknis dan analitis, bukan untuk meremehkan pemain mana pun. Ia melanjutkan: “Jika kata-kataku kurang tepat atau pesanku tersampaikan dengan cara yang tidak pantas, maka aku sekali lagi menyampaikan permohonan maafku.”

Ia mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan rasa hormatnya terhadap perasaan para penggemar sepak bola, serta apresiasinya terhadap kepedulian mereka dalam membela talenta-talenta muda yang mewakili masa depan sepak bola Mesir, dengan menganggap bahwa kepedulian tersebut “layak dihormati dan dihargai”.