Curhat Pesepeda di Solo: Ditarik Parkir Rp 2.000 Pakai Karcis Motor, Terkejut Diusir Oknum Jukir

Curhat Pesepeda di Solo: Ditarik Parkir Rp 2.000 Pakai Karcis Motor, Terkejut Diusir Oknum Jukir

SOLO, KOMPAS.com - Pengalaman kurang mengenakan dialami oleh salah seorang warganet saat tengah asyik bersepeda di Kota Solo.

Lewat unggahan di akun media sosial Threadsnya @masguwru, bercerita bahwa ia mengalami kejadian tak terduga yakni diminta membayar tarif parkir oleh oknum juru parkir (jukir) di kawasan kuliner Kota Barat, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari.

Dalam unggahannya, ia mencantumkan foto berupa karcis parkir bertuliskan “Zona C sepeda motor Rp 2.000”. Foto karcis tersebut diambil di atas sebuah sepeda.

Ia mencantumkan sebuah narasi bertuliskan: “Mohon izin bercerita barangkali ada yang berkenan meluruskan. Hari ini (1/07/2026) kebetulan karena lagi senang-senangnya bersepeda dan ada teman juga sore hari bersepeda di Kota Solo.”

“Awalnya semua aman dan fun, apalagi ada teman yang menginfokan sedang di Pusat Kuliner Lapangan Kota Barat. Akhirnya memutuskan untuk menyusul kawan-kawan disana.”

“Sampai di sana sepeda kami parkirkan dekat rumah parkir motor. Bertemu kawan tidak sampai 1 jam karena sudah gelap akhirnya memutuskan pulang.”

“Sampai pakiran ternyata sepeda sudah ditempeli kartu karcis dan ditarik parkir sebesar nominal yang tertera. Padahal di karcis parkir tertulis "sepeda motor". Tapi sepeda saya kok ga berubah jadi ada mesinnya?”

“Nah, mohon izin barangkali ada yang bisa memberikan keterangan apakah memang sekarang di Kota Solo, sepeda juga membayar parkir? Kalau membayar ya gapapa kami siap membawa uang tunai, soalnya jarang bawa uang tunai. Kebetulan tadi cuman bawa Rp 3 ribu, parkir Rp 2 ribu tinggal Rp 1 ribu,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Kompas.com mencoba meminta konfirmasi pemilik akun. Diketahui bahwa pemilik akun tersebut adalah seorang warga Kabupaten Karanganyar bernama Prambudi (29).

Prambudi menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Rabu (1/7/2026) pukul 20.00 WIB.

Ia mengaku sempat mencoba memastikan jika sepedanya diminta membayar parkir sebesar tarif sepeda motor ke oknum jukir. Meski sudah bertanya dengan baik-baik, ia justru dibuat terkejut dengan jawaban oknum parkir tersebut yang dirasa kurang mengenakan untuk di dengar.

“Sepeda diparkirkan di tempat parkir motor pas balik tiba-tiba sudah ditempeli kartu karcis dan sudah saya tanyakan ke tukang parkirnya ‘Sepeda sapunika (seperti itu) bayar parkir ta pak?,” tanyanya.

“Iyo bayar, nek (kalau) ora (enggak) gelem (mau) bayar parkir rasah (tidak usah) parkir ning (di) kene (sini) parkir kana (sana) wae (saja), sambil menunjuk jalan,” ujar Prambudi saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/7/2026).

Prambudi yang baru hobi bersepeda itu pun sengaja memilih Kota Solo sebagai lokasi gowes bersama rekannya. Namun sayang, niat untuk bersenang-senang tersebut harus diwarnai dengan kejadian yang kurang mengenakan.

“Kebetulan belum pernah bersepeda ke Karanganyar. Lebih dekat ke Solo. Baru pertama kali dialami (sepeda ditarik parkir),” ujarnya.