Resign sering menjadi momen untuk mengambil jeda setelah menjalani rutinitas kerja yang padat. Gak sedikit orang sengaja memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat sebelum kembali mencari pekerjaan baru. Selama dilakukan dengan perhitungan yang matang, keputusan ini bisa menjadi cara untuk memulihkan tenaga sekaligus menyusun langkah berikutnya.
Masalahnya, masa istirahat yang gak memiliki batas sering kali berakhir lebih lama dari rencana. Akibatnya, tabungan mulai menipis, semangat mencari kerja ikut menurun, dan proses kembali ke dunia kerja terasa semakin berat. Supaya hal itu gak terjadi, berikut lima cara menentukan batas istirahat setelah resign agar tetap aman.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.