Bek tengah Manchester United dan Argentina, Lisandro Martinez, dipertimbangkan untuk pensiun di tengah rentetan cedera yang parah

Bek tengah Manchester United dan Argentina, Lisandro Martinez, dipertimbangkan untuk pensiun di tengah rentetan cedera yang parah

Bek Manchester United, Lisandro Martinez, menceritakan perjuangannya yang menyakitkan melawan cedera berkepanjangan, dan mengakui bahwa ia sempat mempertimbangkan untuk pensiun dari sepak bola profesional. Bek tengah asal Argentina itu mengaitkan kelahiran putrinya yang terjadi pada saat yang tepat sebagai sumber kekuatan psikologis yang dibutuhkan untuk menyelamatkan karier bermainnya di level elit.

  • Juara bertahan lolos dari kekalahan mengejutkan

    Argentina berhasil menghindari kejutan besar di turnamen ini dengan meraih kemenangan 3-2 melalui perpanjangan waktu atas Cape Verde di Miami. Pertandingan tersebut terbukti sangat penting bagi Martinez, yang mencetak gol dan memberikan assist untuk membantu sang juara bertahan melaju ke babak berikutnya. Pemain berusia 28 tahun itu sebelumnya sempat berada di ambang pengakhiran kariernya sebagai pemain setelah mengalami robekan serius pada ligamen anterior cruciate (ACL) saat bertanding di Liga Premier melawan Crystal Palace.

  • FBL-WC-2026-MATCH86-ARG-CPV
    AFP

    Bek yang meneteskan air mata mengenang perjalanannya

    Bek tengah itu tampak terharu setelah peluit akhir dibunyikan di Florida saat mengenang bulan-bulan sulit selama masa rehabilitasinya. Ia mengakui bahwa kelahiran putri barunya benar-benar mengubah sudut pandangnya pada masa ketika ia merasa siap untuk pensiun dari olahraga ini.

    Martinez mengatakan: "Saya mulai memikirkan apa yang terjadi dengan cedera saya dan rasanya ingin menangis. Saya bahkan tidak tahu di mana posisi saya sekarang. Jika putri saya tidak lahir tepat saat saya cedera, saya tidak tahu apakah saya akan berada di sini bermain hari ini, dan hari ini saya mencetak gol di Piala Dunia."

  • Dukungan keluarga menjadi sumber inspirasi untuk bangkit kembali

    Pasangan sang bek, Muri Lopez Benitez, sebelumnya menceritakan bagaimana kelahiran putri mereka, Aurora, menjadi motivasi utama selama proses pemulihannya. Peristiwa penting dalam keluarga ini memberikan sang bek stabilitas yang dibutuhkan untuk menjalani kembalinya ke dunia sepak bola kompetitif.

    Dalam sebuah postingan di media sosial awal tahun ini, Martinez dan pasangannya mengatakan: “Betapa transformatifnya kedatanganmu dalam hidup kami, Aurora! Sejak kami mengetahui keberadaanmu, segalanya menjadi memiliki makna lain, makna yang lebih dalam… Menunggu untuk menggendongmu dalam pelukan kami sungguh luar biasa!

    "Kami begitu memperhatikanmu hingga akhirnya kami pun mulai memperhatikan diri kami sendiri. Bukan hanya soal makanan dan olahraga, tapi juga kata-kata, ketenangan, cinta, kesadaran, menikmati setiap detik, dan memahami jalannya. Dan ketika kamu sudah siap, kami pun sudah siap! Itu sungguh ajaib.

    "Kamu mengikat kami pada saat ini. Perhatian kami begitu aktif sehingga setiap hari terasa tak berujung, dan waktu tak lagi diukur dengan jam di arloji, melainkan dengan momen-momen di dalam hati."

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

  • Argentina v Cabo Verde: Round of 32 - FIFA World Cup 2026
    Getty Images Sport

    Tugas eliminasi yang menarik akan segera dimulai

    Argentina kini harus mengatasi masalah pertahanan mereka sebelum menghadapi Mesir di babak 16 besar pada hari Selasa. Tim asuhan Lionel Scaloni tampak rentan di lini belakang saat melawan Cape Verde, sehingga Martinez harus tetap mempertahankan akurasi umpan dan ketenangannya. Bertemu dengan tim Mesir yang disiplin dan lolos melalui adu penalti akan menjadi ujian berat bagi sang juara bertahan dalam upaya mempertahankan gelar mereka.