Jakarta, IDN Times - Kebijakan moneter ketat atau kontraktif digunakan bank sentral untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat, mengurangi pengeluaran, dan menekan inflasi yang meningkat pesat.
Bank sentral umumnya menerapkan kebijakan tersebut dengan menaikkan suku bunga jangka pendek, seperti discount rate dan federal funds rate. Kenaikan suku bunga membuat biaya pinjaman lebih mahal sehingga minat masyarakat dan pelaku usaha untuk meminjam berkurang.
Selain itu, sebagaimana dilansir Investopedia, bank sentral juga dapat menjual aset yang dimilikinya melalui operasi pasar terbuka (open market operations/OMO) guna menyerap likuiditas dari pasar.