Babel Siaga Kekeringan, Warga Bisa Ajukan Bantuan Air Bersih ke BPBD

Babel Siaga Kekeringan, Warga Bisa Ajukan Bantuan Air Bersih ke BPBD

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Ancaman kekeringan disertai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengintai wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Warga kini bisa mengajukan permintaan air bersih untuk keperluan rumah tangga mereka.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengatakan pasokan air bersih bagian dari program tanggap darurat dalam mengantisipasi dampak kekeringan.

"Air bersih adalah kebutuhan pokok masyarakat, bukan pilihan. Kekeringan dapat terjadi kapan saja dan berdampak langsung pada kehidupan warga," kata Hidayat di Pangkalpinang, Senin (27/7/2026).

Hidayat menjelaskan, penyaluran air bersih dilakukan atas permintaan warga kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selanjutnya, petugas akan melakukan verifikasi lapangan dan menyalurkan air sesuai kebutuhan.

"Komitmen kami dalam RPJMD Babel Berdaya 2029 yaitu pelayanan publik harus responsif, bersih, dan melayani demi terwujudnya kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan sehat," ujar Hidayat.

Syarat untuk mendapatkan air bersih ialah berupa permohonan resmi warga melalui pemerintah desa atau kelurahan.

Kemudian melengkapi data yang mencakup lokasi terdampak, jumlah kepala keluarga (KK), dan estimasi kebutuhan air harian.

Selanjutnya, tim BPBD Bangka Belitung melakukan verifikasi di lapangan dan menyusun jadwal distribusi secara transparan.

"Penyaluran langsung menggunakan armada mobil tangki sesuai dengan jadwal yang ditetapkan,” ujar gubernur.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pusat panggilan (call center) tanggap darurat BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui nomor 0811-7818-600.

Selain mengoptimalkan bantuan darurat, Gubernur Hidayat Arsani menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya air.

Menurutnya, kesadaran menghemat air sejalan dengan tujuan jangka panjang daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta menjaga kualitas lingkungan hidup.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Bangka Belitung untuk bersama-sama menghadapi dampak kekeringan ini dengan bijak. Menjaga dan menghemat air bukan hanya respons sesaat terhadap kemarau, melainkan juga bagian dari budaya hidup sehat dan mandiri yang ingin kami bangun," ucap gubernur.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan air seperlunya, menampung air hujan secara mandiri, memperbaiki kebocoran saluran, dan menjaga kelestarian sumber air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang