Tidak Dijual, Tidak Pergi
Manajemen klub Al-Ittihad telah menegaskan sikap final mereka terkait masa depan bintang asal Prancis, Moussa Diaby, sekaligus mengakhiri seluruh spekulasi yang mengaitkan kemungkinan kepergiannya pada bursa transfer musim panas kali ini. Sementara itu, tim terus melanjutkan persiapan untuk musim baru di pemusatan latihan yang digelar di Spanyol, di tengah sejumlah indikasi positif baik dari sisi teknis maupun fisik, serta terlihatnya secara jelas gagasan-gagasan yang berupaya ditanamkan pelatih asal Jerman, Jens Wissing, di dalam tim.
Surat kabar Saudi "Asharq Al-Awsat" menegaskan bahwa manajemen Al-Ittihad sama sekali tidak berniat menjual Moussa Diaby atau memasukkannya ke dalam daftar transfer musim panas, mengingat keyakinan penuh mereka akan pentingnya sang pemain dalam proyek tim pada musim mendatang.
Diaby merupakan salah satu pemain Al-Ittihad yang paling berkomitmen dan disiplin selama pemusatan latihan pra-musim di Spanyol, sebab ia datang dengan kondisi fisik yang istimewa hingga mendapatkan pujian dari tim pelatih yang dipimpin pelatih asal Jerman, Jens Wissing.
Sang pemain juga menunjukkan indikasi jelas akan pemulihan level permainan yang ia tampilkan pada musim pertamanya bersama Al-Ittihad, setelah penurunan yang dialaminya pada musim lalu, yang membuat seluruh tim terpengaruh baik dari sisi hasil maupun performa.
Winger asal Prancis itu melanjutkan penampilan gemilangnya pada pertandingan-pertandingan uji coba, setelah berhasil mencetak dua gol dalam dua laga persiapan, sebagai penegasan baru atas kesiapan teknis dan fisiknya sebelum musim dimulai.
Atmosfer Positif di Pemusatan Latihan Al-Ittihad
Surat kabar "Asharq Al-Awsat" menyebutkan bahwa pemusatan latihan Al-Ittihad berjalan positif di bawah kepemimpinan pelatih asal Jerman itu, terutama setelah skuad tim lengkap dengan bergabungnya seluruh pemain lokal maupun asing.
Pemain asal Aljazair, Houssem Aouar, baru-baru ini bergabung dengan sesi latihan. Ia saat ini menjalani program fisik dan persiapan khusus, dengan tujuan mencapai kesiapan terbaik sebelum tampil dalam pertandingan-pertandingan uji coba mendatang.
Pertandingan-pertandingan persiapan mengungkap gambaran yang jelas tentang gagasan pelatih Jens Wissing, sebab ide mengandalkan bek kiri asing tampaknya tidak termasuk dalam prioritasnya pada fase saat ini.
Meski memiliki pemain asal Albania, Mario Mitaj, sang pelatih lebih memilih menurunkan Muadh Faqihi sebagai starter di posisi bek kiri pada kedua laga uji coba, sementara Mitaj diberi kesempatan tampil di posisi gelandang bertahan menghadapi Las Palmas, dan sang pemain menampilkan penampilan yang baik di posisi tersebut.
Pilihan-pilihan teknis ini mencerminkan arah yang jelas di dalam klub untuk mengandalkan solusi lokal di posisi bek kiri, yang menjelaskan berlanjutnya pencarian salah satu pemain lokal guna memperkuat posisi tersebut, dengan Hussein Al-Subaiani dan Fares Abidi menempati posisi teratas dalam daftar.
Gegenpressing: Senjata Baru Al-Ittihad
Kedua laga uji coba melawan Orlando Pirates asal Afrika Selatan dan Las Palmas asal Spanyol menonjolkan salah satu gagasan taktis terpenting yang berupaya diterapkan Wissing, yaitu tekanan balik dan perebutan bola dengan cepat.
Al-Ittihad berhasil mencetak dua gol yang datang langsung setelah merebut bola dari lawan usai proses pressing yang intens, yang mencerminkan identitas teknis yang tengah diupayakan pelatih asal Jerman itu untuk ditanamkan di dalam tim sebagai persiapan menghadapi musim baru.
Al-Ittihad terus melanjutkan langkah-langkahnya untuk memperkuat skuad sebelum musim dimulai, dengan menargetkan perekrutan pemain-pemain asing di lini tengah demi meningkatkan kualitas tim.
Di sisi lain, sejumlah indikasi menunjukkan bahwa Mario Mitaj bisa jadi termasuk salah satu pemain yang berpotensi meninggalkan tim, mengingat kecenderungan untuk mengandalkan pemain lokal di posisi bek kiri, di samping keinginan manajemen untuk merekrut seorang gelandang bertahan asing yang menjadi pilihan utama pelatih asal Jerman itu di posisi tersebut.