Transaksi Java Coffee and Flavors Fest 2026 Tembus Rp92,45 Miliar, BI Dorong UMKM Jawa Tembus Pasar Global

Transaksi Java Coffee and Flavors Fest 2026 Tembus Rp92,45 Miliar, BI Dorong UMKM Jawa Tembus Pasar Global

Pantau - Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi dalam penyelenggaraan Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) 2026 mencapai Rp92,45 miliar yang berasal dari business matching perdagangan dan business matching pembiayaan selama kegiatan berlangsung di Alun-Alun Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 17-19 Juli 2026.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyampaikan capaian tersebut di Surabaya, Senin.

Ia mengungkapkan, "JCFF merupakan bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ekonomi daerah sekaligus mendorong UMKM Jawa semakin kompetitif di pasar internasional."

JCFF Jadi Wadah Penguatan UMKM

JCFF 2026 merupakan agenda tahunan BI Jawa Timur yang bertujuan menyediakan wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penyelenggaraan kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing UMKM, memperluas akses pasar, serta memperluas akses pembiayaan.

Lebih dari 110 UMKM mengikuti JCFF 2026 dengan menampilkan komoditas unggulan berupa kopi, kakao dan cokelat, teh, serta rempah-rempah.

Rangkaian kegiatan dalam JCFF meliputi pameran produk, business matching, workshop, talk show, kompetisi, atraksi budaya, dan hiburan bagi masyarakat.

BI Targetkan Komoditas Unggulan Jadi Motor Ekspor

Ibrahim menjelaskan transaksi senilai Rp92,45 miliar melibatkan investor domestik, investor internasional, serta perbankan di Jawa Timur.

Ia berharap JCFF dapat menjadi salah satu upaya menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Menurut Ibrahim, kopi, kakao dan cokelat, teh, serta rempah-rempah merupakan komoditas unggulan Pulau Jawa sekaligus identitas Nusantara yang memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi daerah.

Ia menilai penyelenggaraan JCFF 2026 dapat membuat komoditas tersebut semakin dikenal sebagai warisan budaya Nusantara sekaligus menjadi motor penggerak ekspor.

Ibrahim mengungkapkan, "Kami ingin memperluas akses pembiayaan UMKM, memperkuat ekosistem pariwisata heritage Kota Surabaya, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045."

BI bersama seluruh mitra strategis berkomitmen meningkatkan kualitas produk kopi, kakao dan cokelat, teh, serta rempah-rempah, meningkatkan inovasi dan daya saing produk, memperkuat kapasitas UMKM, memperluas akses pasar global, serta mempercepat digitalisasi transaksi.