KOMPAS.com - Kabar mengenai langkah klub Liga Inggris (Premier League), Chelsea, mendatangkan penyerang Aston Villa, Morgan Rogers, dengan nilai fantastis memicu reaksi keras dari berbagai kalangan.
Chelsea dilaporkan menyepakati transfer Morgan Rogers dengan biaya sebesar 117 juta poundsterling (setara Rp 2,8 triliun).
Penasihat khusus AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, secara terbuka melontarkan peringatan tajam bahwa dinamika bursa transfer saat ini sudah di luar nalar.
Langkah agresif Chelsea ini pun menjadi sorotan utama di tengah berlangsungnya turnamen internasional.
Kepindahan Morgan Rogers ke Chelsea dilaporkan tercapai hanya beberapa saat sebelum sang pemain tampil membela timnas Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia.
Meski mencatatkan 14 gol dan 12 assist dalam 55 penampilan musim lalu bersama Aston Villa, nilai transfer yang mencapai ratusan juta poundsterling tersebut dianggap tidak proporsional oleh Zlatan Ibrahimovic.
Kritik Keras Terhadap Inflasi Harga Pemain
Berperan sebagai pakar sepak bola dalam siaran Fox Sports, sosok yang akrab disapa Ibra ini menyoroti bagaimana standar harga pemain di Liga Inggris telah bergeser ke arah yang mengkhawatirkan. Ia menegaskan perlunya kontrol ketat agar industri sepak bola tetap sehat.
“Mereka harus segera menghentikan ini, tidak setiap pemain bernilai 100 juta poundsterling, jujur saja, ini sudah di luar kendali,” kata Ibrahimovic dikutip dari Football Italia, Senin (20/7/2026).
Lebih lanjut, ia mempertanyakan logika di balik valuasi pasar saat ini dengan membandingkan kualitas pemain lain di liga top Eropa.
“Tidak setiap pemain yang menjalani satu musim bagus bernilai 100 juta poundsterling,“ tegasnya.
Saya penasaran berapa nilai Lamine Yamal, Vinicius, dan Michael Olise jika Rogers dihargai 117 juta poundsterling.”
Kesenjangan Finansial Premier League
Komentar Ibrahimovic tersebut merefleksikan keprihatinan yang lebih luas mengenai kesenjangan finansial yang kian melebar antara klub-klub Premier League dengan kesebelasan di belahan dunia lainnya.
Dominasi pendapatan dari hak siar televisi membuat klub-klub Inggris memiliki daya beli yang jauh melampaui standar normal.
Fenomena ini terlihat jelas dalam berbagai perang penawaran di bursa transfer, seperti ketika Inter Milan harus mengakui keunggulan finansial Chelsea dalam memperebutkan bek sayap Atalanta, Marco Palestra.
Kekhawatiran Ibrahimovic terletak pada keberlanjutan masa depan klub-klub sepak bola secara global jika patokan harga pemain terus melambung tanpa kendali.
Tren pengeluaran besar, seperti langkah Tottenham Hotspur yang tetap mampu mengeluarkan 100 juta poundsterling (sekitar Rp 2,4 triliun) untuk Sandro Tonali meski hampir terdegradasi, menjadi bukti nyata bahwa daya beli klub peserta kompetisi di Inggris memang sulit dibendung oleh raksasa Eropa lainnya, termasuk Chelsea.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang