Raksasa Saudi mengancam kesepakatan Onahi dengan Ajax

Raksasa Saudi mengancam kesepakatan Onahi dengan Ajax

Dengan penawaran yang menggiurkan

Kasus transfer pemain internasional Maroko, Ezzedine Ounahi, gelandang klub Spanyol Girona, mengalami perkembangan dramatis setelah klub Al-Ittihad dari Arab Saudi ikut campur dalam negosiasi dengan kekuatan finansialnya yang besar, sehingga memicu persaingan sengit dengan klub Belanda Ajax Amsterdam yang sebelumnya meyakini bahwa kesepakatan tersebut sudah ada di genggamannya.

Laporan media Belanda yang serupa menyebutkan bahwa manajemen Girona telah menetapkan batas harga tertentu yang tidak akan mereka turunkan, yaitu sebesar 25 juta euro, jumlah yang persis sama dengan nilai klausul penalti yang tercantum dalam kontrak “Singa Atlas” tersebut, sebagai syarat tunggal untuk menyetujui kepergian sang pemain selama bursa transfer musim panas yang sedang berlangsung.

Tuntutan finansial yang ketat ini menjadi hambatan nyata bagi ambisi raksasa Belanda tersebut, yang sedang mengalami kesulitan keuangan sehingga tidak mampu memenuhi tuntutan klub Catalan tersebut, sehingga memaksanya untuk terlibat dalam negosiasi yang alot guna mencoba menurunkan nilai kesepakatan ke tingkat yang sesuai dengan kemampuan finansialnya yang terbatas dan anggaran yang ketat.

Di saat Ajax berjuang mencari formula keuangan yang dapat diterima, pihak manajemen klub Al-Ittihad dari Arab Saudi memutuskan untuk masuk ke dalam persaingan dengan tegas dan membalikkan keadaan secara drastis, memanfaatkan kemampuan finansialnya yang luar biasa serta likuiditas besar yang dimilikinya untuk mengajukan tawaran finansial yang sangat menggiurkan, jauh melampaui apa pun yang dapat ditawarkan oleh klub legendaris Belanda tersebut, baik dari segi jumlah total yang dialokasikan untuk membeli pemain dari Girona, maupun dari segi gaji tahunan yang sangat tinggi yang rencananya akan diberikan “Al-Amid” kepada pemain asal Maroko tersebut.

Meskipun laporan media yang beredar sebelumnya menegaskan bahwa Ounahi telah mencapai kesepakatan awal yang hampir final dengan manajemen Ajax Amsterdam untuk bergabung dengan tim dan bermain di bawah asuhan mantan pelatihnya “Mitchell” yang mengenalnya dengan baik dan percaya pada kemampuannya, namun iming-iming finansial yang besar dan tawaran menggiurkan dari Arab Saudi mungkin akan mengubah perhitungan sang pemain sepenuhnya.